JakOnline - Dalam menghadapi jeda kompetisi yang
panjang selama bulan ramadhan, para pemain harus bisa menjaga kondisi
fisik. Seperti yang disampaikan Blitz Tarigan. Hal yang paling utama
setelah liburan ialah kondisi fisik para pemain, yang biasanya melorot
tajam.
Banyak cara yang dilakukan pemain dalam menjaga kondisi fisik selama bulan Ramadhan. Rahmat Afandi misalnya, joging pada pagi dan sore hari serta futsal di malam hari menjadi aktifitas rutin dirinya selama bulan puasa.
Pilihan jatuh kepada futsal, karena lebih simple dan bisa dilakukan di tempat yang tidak membutuhkan ruangan yang banyak. “Untuk bermain sepakbola di bulan puasa seperti saat ini agak sulit, ungkap pemain bernomor punggung 11 ini saat dihubungi JakOnline”
Pemain kelahiran Jakarta, 30 tahun silam ini juga menjadikan momen puasa ini sekaligus program diet alami. “Sekalian nurunin berat badan, cara mensiasatinya dengan hanya makan kue-kue ringan pada saat buka, dan makan nasi saat sahur”.
Banyak cara yang dilakukan pemain dalam menjaga kondisi fisik selama bulan Ramadhan. Rahmat Afandi misalnya, joging pada pagi dan sore hari serta futsal di malam hari menjadi aktifitas rutin dirinya selama bulan puasa.
Pilihan jatuh kepada futsal, karena lebih simple dan bisa dilakukan di tempat yang tidak membutuhkan ruangan yang banyak. “Untuk bermain sepakbola di bulan puasa seperti saat ini agak sulit, ungkap pemain bernomor punggung 11 ini saat dihubungi JakOnline”
Pemain kelahiran Jakarta, 30 tahun silam ini juga menjadikan momen puasa ini sekaligus program diet alami. “Sekalian nurunin berat badan, cara mensiasatinya dengan hanya makan kue-kue ringan pada saat buka, dan makan nasi saat sahur”.


