JakOnline – Dua hari berlalu setelah linimasa ramai oleh tagar yang berisikan nada protes mengenai sebuah boyband yang akan melangsungkan pertunjukannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Ada pesan yang mungkin ingin disampaikan dari puluhan bahkan ratusan ribu cuit hingga sempat menjadi urutan teratas trending topic dunia. Hingga saat tulisan ini terbit, 18/3 tagar tersebut masih menjadi bahasan yang sering di posting melalui twitter di Indonesia.
Setelah mengamati, membaca serta mencari tahu dari berbagai sumber yang berkaitan. Ada beberapa fakta menarik yang didapatkan. Faktanya, event organizer yang memboyong One Direction sudah melakukan pemesanan SUGBK setahun yang lalu sebelum konser berlangsung 25 Maret nanti. Selanjutnya, dua hari berselang dijadwalkan Timnas u23 akan berjibaku dalam babak kualifikasi Pra-Piala Asia.
Hemat saya, pembahasan seperti ini tidak akan ada ujungnya. Pro dan kontra akan selalu hadir dalam setiap permasalahan. Layaknya orang Indonesia pada umumnya yang suka sekali memberikan komentar dan pada ujungnya melahirkan sebuah sensasi tersendiri.
Pihak penyelenggara tentunya sudah mempunyai perencanaan yang matang, dan menjadikan dasar mereka disetiap menghelat sebuah pertunjukan. Pengelola SUGBK pun memiliki cara dan manajemen sendiri untuk tetap bisa menghidupi salah satu stadion termegah di Indonesia ini. Dari pihak PSSI selaku federasi seyogyanya juga tak ingin kehilangan muka disaat sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah, namun tidak bisa memberikan yang terbaik. Sampai pada akhirnya pemerintah pusat (akhirnya) ikut bersuara melalui Kemenegpora merasa berhak atau punya andil soal urusan SUGBK.
Lalu apa hubungannya dengan Persija seperti yang tertera dalam kolom judul. Tentu saja ada, karena tim ibu kota ini menggunakan SUGBK sebagai homebase dalam panggung kompetisi tertinggi di negeri ini, Liga Super Indonesia. Tercatat setidaknya dalam 5 musim terakhir, Macan Kemayoran masih belum bisa nyaman menempati SUGBK sebagai rumahnya. Kerap kali partai usiran terpaksa dilakukan ditempat lain saat laga Persija berlangsung. Ada beberapa faktor mulai dari perizinan kemanan, faktor jadwal yang kerap kali berganti pada akhirnya berkorelasi dengan pihak lain yang sudah jauh hari memesan SUGBK untuk kegiatan diluar olahraga.
Saat konser One Direction sedang ramai dibicarakan saat ini, setidaknya apa yang sebelumnya sudah dirasakan Persija dalam skala kecil kini dapat dilihat dalam ruang lingkup nasional. Selalu ada hikmah dan pembelajaraan untuk kedepannya dalam setiap kejadian. Bagi semua pihak yang tentunya ingin menjadikan SUGBK sebagai panggung dalam berbagai kegiatan. Sambil mengakhiri kalimat terakhir pikiran saya kemudian terngiang kembali, Apa Kabar Stadion BMW?

JakOnline – Jika tidak ada perubahan kembali, ISL 2015 kurang lebih akan bergulir sepekan lagi. Persija Jakarta kembali melakukan ujicoba untuk mematangkan persiapan. Kali ini lawan datang dari tim Pra PON DKI Jakarta.
Bermain selama 3 babak selama 30 menit tiap babak, pertandingan dihadiri ratusan The Jakmania yang memadati Lapangan Mako Brimob, 25/3. Persija membuka kran gol 5 menit menjelang babak pertama berakhir melalui tendangan pinalti Bambang Pamungkas.
Memasuki babak kedua, permainan lebih agresif ditunjukan Pra PON DKI, beberapa kali menusuk jantung pertahanan Persija namun urung mencetak gol gawang yang dikawal Adixi setelah masuk menggantikan Rekky. Novri Setiawan mendapatkan peluang emas setelah adanya kerjasama antara Greg dan Ambrizal namun sayang sundulannya mengarah tepat di tangkapan kiper Pra PON DKI.
Tiga puluh menit terakhir Persija yang dalam ujicoba ini menjadikan sebagai simulasi ketika bermain dalam partai away. Dimana lebih banyak menggunakan strategi serangan balik berhasil menambah dua gol. Alan Aciar melalui titik pinalti, dan aksi Kabaev yang mencocor bola muntah dari sundulan Alan. Skor tiga gol tanpa balas bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.
JakOnline – Tidak hanya RD saja yang merasa pemain Persija mampu menjalankan permainan dengan baik. Pujian juga terlontar dari Sudirman pelatih dari Pra PON DKI, tim lawan yang dihadapi Macan Kemayoran dalam laga ujicoba yang berlangsung di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok 25/3
“Persija bermain sudah bagus, pertahanan sudah baik juga penyerangan. Hasil gol ke gawang kami pun terlihat bagaimana disaat Persija dalam posisi bertahan lalu kemudian perlahan membangun serangan, ungkap Sudirman yang juga pernah menjadi assisten pelatih Persija.
Ujicoba menghadapi Persija juga digunakan Sudirman untuk lebih melatih mental anak asuhnya. “Hal ini terlihat ketika para pemain menghadapi tekanan Persija. Banyak pelajaran yang bisa diambil untuk kedepannya, terlebih skuad Pra PON DKI juga mengidolakan para pemain Persija.”ungkapnya
Satu hal yang perlu dicatat beberapa pelanggaran tidak perlu masih dilakukan para pemain kami. Mental anak muda masih menggebu-gebu ingin cepat selesai. “Gol Bepe misalnya, pemain nomor punggung 20 ini masih menghadap ke belakang ketika menguasai bola di area pinalti belum begitu berbahaya namun malah dilanggar yang kemudian menghasilkan pinalti. Kondisi seperti ini yang harus dikurangi dalam pertandingan selanjutnya,”tutup Sudirman
JakOnline – Memperkuat tim nasional negaranya merupakan impian setiap pesepakbola diseluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Persija Jakarta terhitung salah satu tim yang rajin memasok para pemain untuk kebutuhan tim nasional.

Kali ini tercatat ada 4 pemain Macan Kemayoran yang dipanggil untuk menggunakan seragam merah putih. Dua pemain yakni Adam Alis, dan Abduh Lestaluhu untuk level dibawah umur 22, dua pemain lagi Ramdani Lestaluhu, serta Syaiful Indra Cahya di timnas senior.
Adam Alis dan Abduh Lestaluhu sudah bergabung sejak kurang lebih sebulan terakhir untuk menyambut persiapan Indonesia menghadapi Pra Piala Asia 2016 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sedangkan untuk Ramdani Lestaluhu, dan Syaiful Indra Cahya di proyeksikan timnas senior yang akan berujicoba dengan Kamerun 25/3, kemudian melawan Myanmar, 30/3. Khusus untuk Syaiful Indra menjadi pemain menyusul dipanggil Benny Dollo pelatih timnas senior menggantikan Supardi.

JakOnline – Sempat diwarnai berbagai bahasan terkait penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk kegiatan lain di luar sepak bola, melalui website resmi PSSI memastikan pertandingan babak kualifikasi Pra Piala Asia 2016 tetap di gelar di SUGBK.
Timnas Indonesia U-22 tergabung dalam Grup H bersama Korea Selatan, Timor Leste, dan Brunei Darusalam. Laga penyisihan akan berlangsung 27-31 Maret 2015. Ada 10 grup dalam babak kualifikasi ini, dimana juara dari tiap grup dan lima runner-up terbaik akan lolos dalam final Piala Asia U-23 yang diselenggarakan di Qatar Januari 2016.
Nada optimis terlontar dari Aji Santoso selaku pelatih Timnas U-22, dia yakin bisa lolos ke babak berikutnya. Segala bentuk persiapan sudah dilakukan, Aji juga mengaku sudah mengantongi gambaran kekuatan lawan.
Akan ada sesi menyaksikan rekamanan pertandingan lawan-lawan yang akan di hadapi dalam babak penyisihan grup, ini akan berguna untuk mendalami kelemahan dan kekuatan dari masing-masing tim, tambah Aji Santoso. Dari 24 pemain yang tergabung dalam Timnas U-22, Persija mengirimkan dua pemain yakni Abduh Lestaluhu dan Adam Alis.
Berikut Jadwal Pertandingan Grup H Babak Kualifikasi Pra Piala Asia 2016:
27 Maret 2015:
Korsel vs Brunei Darussalam, kick off 15.30 wib, SUGBK, Jakarta. Indonesia vs Timor Leste, kick off 19.00 wib. SUGBK, Jakarta.
29 Maret 2015:
Brunei Darussalam vs Indonesia, kick off 15.30 wib, SUGBK, Jakarta
Timor Leste vs Korea, kick off 19.00 wib, SUGBK, Jakarta

31 Maret 2015:
Korea vs Indonesia, kick off 15.30 wib, SUGBK, Jakarta
Brunei Darussalam vs Timor Leste. Kick off 19.00 wib, SUGBK, Jakarta.

Harga Tiket Masuk Babak Kualifikasi Pra Piala Asia 2016, SUGBK, Jakarta
VVIP : Rp 500.000
VIP Barat : Rp 250.000
Tribun Timur dan Kategori 1 : Rp 100.000
Kategori 2 : Rp 75.000
Belakang Gawang : Rp 50.000

JakOnline – Beberapa masalah yang mendera Persija dalam persiapan sebelum kompetisi bergulir membuat Rahmad Darmawan harus lebih bekerja keras untuk memotivasi anak asuhnya. Dimulai dari badai cidera yang menghantui, hingga permasalah internal didalam tim sedikit banyak mempengaruhi secara keseluruhan.

Tidak hanya urusan taktik, fisik tapi juga mental, terlebih pentingnya bermain demi sebuah kebanggaan. Hal ini yang tersaji saat laga ujicoba menghadapi Pra PON DKI 25/3 di Lapangan Mako Brimob. Beberapa catatan dibeberkan Rahmad Darmawan seusai pertandingan. “Fokus kali ini adalah mengembalikan kepercayaan diri pemain secara keseluruhan serta konsolidasi didalam tim,”ungkap RD
Lebih lanjut RD mengatakan, “Kompetisi sudah dekat tidak ada waktu lagi untuk berkeluh kesah dan memikirkan hal lain selain mempersiapkan diri untuk laga perdana ISL musim ini. Sebelum pertandingan saya katakan kepada pemain ketika sudah menyatakan siap memakai jersey orange maka bermainlah dengan sepenuh hati.”

Terakhir RD menuturkan,”Saya tau banyak harapan ketika dalam pertandingan ini, Persija bisa mencetak banyak gol. Namun kali ini saya lebih menerapkan strategi serangan balik, ketika tim lawan melakukan penyerangan kita tahan terlebih dahulu untuk kemudian melakukan penetrasi menciptakan peluang dan gol. Konsep seperti ini merupakan simulasi dalam pertandingan away, dan para pemain terlihat mampu menjalankan tugasnya dengan baik.”
Persela Lamongan berhasil mencuri 1 gol melawan Persija Jakarta dalam partai ujicoba pra musim, Minggu (1/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di laga ini, Persija tidak dapat menurunkan beberapa pemain yang masih bermasalah dengan cedera dan kebugaran.

Lewat Sepak pojok Persela mampu mencetak gol di menit 34 lewat Taufik Kasrun. Tercatat dibabak Pertama ada 5 peluang Persija kali yang membahayakan gawang Persela. 

Menurunkan Stefano Lilipaly sebagai otak serangan Macan Kemayoran di babak kedua memang membuat serangan anak-anak Jakarta terlihat lebih hidup dan menghasilkan beberapa peluang. 

Peluang yang hampir merobek gawang Persela tercipta melalui kerjasama yang apik antara Syaiful Indra, Adam Alis dan Stefano Lilipaly namun sayang sepakan Fano melambung di atas gawang. Peluang emas lewat Free Kick Bepe dimenit 87 masih membentur tiang gawang.

Sampai peluit berakhir, Macan Kemayoran lebih banyak menciptakan peluang walau harus kalah 0-1 dari Persela.

"Ini sebuah ujicoba yang bagus juga buat kita dan merasakan atsmosfer walaupun dibabak pertama kita tidak bisa mengembangkan peluang dengan baik dan di babak kedua kita mampu melakukan beberapa variasi serangan dan mencoba lebih keluar." Ujar Rahmad Darmawan.

"Kita tidak terlalu efisien didalam mengekskusi peluang dan yang kedua kita terlalu mudah kehilangan bola saat sudah masuk di 1/3 pertahanan lawan. Dua hal tersebut menjadi catatan saya dan saya yakin kita akan menemukan performa terbaik kita." Tutupnya.
JakOnline – Kalah atas Persela dalam laga ujicoba yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dengan skor 0-1. Ada beberapa catatan yang didapatkan Rahmad Darmawan untuk evaluasi kedepannya.
Persija bermain tidak terlalu buruk, tercatat beberapa peluang emas didapatkan dalam laga ujicoba tersebut, tapi tidak ada satupun yang menjadi gol. Tendangan bebas bepe yang membentur mistar gawang menjadi peluang terbaik Macan Kemayoran.
Seperti yang dikatakan Rahmad Darmawan “Ada dua hal yang saya soroti pasca pertandingan penyelesaian yang kurang baik misalnya menjadi sesuatu yang harus terus diperbaiki kedepannya,”
Setelah itu, RD menambahkan anak asuhnya masih terlihat terburu-buru dalam menyelesaikan sebuah peluang. Ketika sebenarnya posisinya terlalu sulit untuk mengeksekusi namun terkadang memaksakan diri. Selain itu, terlalu mudah kehilangan bola di sepertiga lapangan.

JakOnline - “Siapa bilang di Jakarta cuma ada satu tim yaitu Persija. Masih ada Persitara di utara Jakarta.” Begitu biasanya suporter NJ Mania kerap kali berkata. Meskipun sesungguhnya pernyataan tersebut sadar tidak sadar mereka juga mengakui keberadaan Persija. Baiklah, ini hanya bagian pengantar artikel, karena bukan mengenai mereka yang ingin saya bahas.
Mendadak memang kedatangan saya bertandang ke Priok. Tidak memberikan kabar terlebih dahulu. Dengan berbekal petunjuk jalan dari pemilik outlet serta salah seorang anggota The Jakmania Tanjung Priok, perjalanan  dari Jakarta Selatan sore hari menjelang magrib tiba di lokasi. Kesan pertama begitu sampai, “Jalur tempur banget kesini, jarak yang memang jauh ditambah juga macet (kemudian saya ralat sendiri, Jakarta mana ada yang gak macet sih???) dan masih harus ditambah berduel dengan truk kontainer yang kemudian spontan saya memberikan julukan kendaraan transformer :)
Di outlet yang juga dijadikan sebagai salah satu tempat berkumpul Jak Priok, sudah ada Manoto ketua korwil dan beberapa kawan The Jakmania yang lain. Tampak kesibukan terjadi karena sedang melakukan renovasi. Obrolan mengalir begitu saja, sampai menjelang malam semakin banyak yang hadir karena ternyata mereka mau berkumpul untuk membahas acara ulang tahun Jak Priok.
“Begitu Priok aktif kembali menjadi korwil, memang cukup banyak kejadian di wilayah yang memiliki pelabuhan ini. Salah satunya belum lama terjadi, ketika outlet mendapatkan teror dimana dugaan sementara dilakukan oleh “adek” disini, tutur Manoto sambil tertawa menyebut nama “Adik” untuk NJ Mania
Menyikapi kejadian demi kejadian yang dialami Jak Priok, saya justru tertarik bagaimana peran sang korwil untuk menyikapinya. Menurutnya, kita bukannya takut namun sebisa mungkin menghindari gesekan yang mungkin terjadi. Hal ini bisa berdampak juga memberikan kenyamanan anggotanya. “Kita ada bukan untuk seperti itu, tapi berdiri mendukung Persija Jakarta, tambah korwil keempat Jak Priok.
Belum lama ini, Jak Priok menginjak usia 14 tahun. Perjalanan cukup panjang mendirikan panji Persija di utara Jakarta. Sempat vakum selama 9 tahun sejak 2005, kini kembali hadir dengan tekad menjadi tuan rumah di Tanjung Priok dan sekitarnya. Untuk memperingati hari jadi, Jak Priok harus sedikit bersabar untuk bisa merayakannya, karena acara kecil-kecilan yang rencananya akan dilaksanakan 28 Februari mendatang terpaksa di tunda.
Kami tidak mendapatkan rekomendasi izin keamanan dari kepolisian setempat, karena dihari yang sama sang “Adik” juga ada acara, kata Manoto. Sekali lagi saya angkat topi dengan kebijaksanaan pak korwil, yang mengatakan Tidak perlu dibentrokin, kalapun mereka ada acara, saya harap anggota Jak Priok tidak perlu melakukan hal yang merugikan. Butuh waktu memang, namun disini PR kita semua untuk bisa merangkul mereka mendukung Persija Jakarta.
Ketika nanti Stadion BMW jadi, amin. Saya yang tadinya hanya dapat membayangkan bagaimana menjadi suporter Persija di Utara Jakarta, selanjutnya mungkin bisa ikut merasakan apa yang dialami kawan-kawan Jak Priok, serta The Jakmania lain yang berada di sekitaran kawasan tersebut. Satu rasa, satu cita, satu cinta, Persija Jakarta. Salam respect!

JakOnline – Masih belum bergabungnya Greg Nwokolo salah satu pemain naturalisasi yang dimiliki Persija menjadi pertanyaan dari berbagai pihak. Sempat dimainkan 10 menit kala menjamu Gamba Osaka, setelah itu Greg tidak tampak dalam sesi persiapan Persija sebelum kompetisi.
Kabar terakhir yang saya dapatkan dari dokternya di Singapura, RD mengungkapkan Greg sudah pulih 100%, tapi memang dia harus melakukan terapi penguatan tungkai kakinya. Proses ini yang saat ini sedang fokus digarap bersama fisioterapis.
“Saya berharap dalam beberapa hari kedepan Greg bisa bergabung bersama tim, dijadwalkan Rabu 4/1 pemain nomor punggung 10 ini sudah dapat mengikuti sesi latihan rutin Macan Kemayoran, tambah RD
Dengan bergabungnya Greg tentunya kekuatan Persija akan semakin lengkap untuk menyongsong kompetisi. Terlebih dalam masa persiapan seperti yang sedang dilakukan saat ini, tutup RD