JakOnline – Panitia Pelaksana (Panpel) Persita sudah memastikan kalau duel klasik antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta bakal digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, 12 Juni mendatang. Tadinya, Panpel Persita tetap mengupayakan agar pertandingan kandangnya tersebut bisa diselenggarakan di Stadion Singaperbangsa, Karawang. Namun tidak turunnya izin dari Kepolisian Karawang memaksa pertandingan harus digelar di daerah lain.
Tidak turunnya izin dari Kepolisian Karawang bukanlah tanpa sebab. Berkaca dari kejadian sebelumnya, bus Arema Cronus mendapat serangan dari oknum suporter lain usai pertandingan antara Persita melawan Arema beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, Aremania yang pada saat itu datang berduyun-duyun memadati stadion milik Persika Karawang itu juga ikut mendapat serangan. Oleh karena itu, Kepolisian Karawang enggan mengambil resiko untuk memberikan izin di pertandingan tersebut. Terlebih lagi, dekatnya jarak tempuh antara Jakarta dan Karawang akan mendatangkan animo besar dari The Jakmania.
“Pertandingan resmi digelar di Stadion Sultan Agung. Kita gak bisa bermain di Karawang karena tidak turun surat izin dari Kepolisian setempat untuk menggelar pertandingan di Singaperbangsa. Penyebabnya, Kepolisian masih berkaca dari penyerangan oknum suporter lain terhadap bus Arema Cronus saat bermain di Singaperbangsa waktu itu,” ujar Aris Maulansyah, Media Officer Persita saat ditemui di Stadion Benteng, Tangerang, Rabu (4/6).
Tadinya, lanjut Aris, Persita sempat berencana akan memakai Stadion Jatidiri, Semarang untuk menggelar partai kandangnya tersebut. Akan tetapi, lebih baiknya kualitas rumput yang dimiliki Stadion Sultan Agung membuat jajaran Panpel Persita lebih tertarik untuk menggunakan stadion yang memiliki kapasitas 35.000 penonton tersebut.
“Tahun lalu kita pernah memakai Stadion Jatidiri untuk melawan Persija namun kami rasa kualitas rumputnya kurang baik. Kalau di Stadion Sultan Agung rumputnya bagus. Skema yang nantinya akan diterapkan Coach Fabio akan mudah berjalan dengan baik. Terlebih lagi di Semarang banyak The Jakmania. Jadi di Bantul kami rasa tempatnya lebih netral,” pungkas Aris.
Laga Persita melawan Persija sudah dipastikan akan dapat disaksikan kedua kubu suporter, Laskar Benteng Viola (LBV) dan The Jakmania. Meski demikian, manajemen Persita meminta agar kedua suporter dapat menjaga ketertiban sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.
“Pertandingan boleh disaksikan dengan penonton. Semoga suporter bisa menjaga ketertiban pertandingan, baik itu sebelum, selama, dan sesudah pertandingan digelar,” ujar Suyono, Staff Operational Persita Tangerang.
Ucapan selamat datang kepada The Jakmania disampaikan langsung oleh Ketua North Legion (Ultras Persita), Muhammad Olga Abella. Olga berharap, pertandingan tersebut bisa menjadi ajang pembuktian kepada semua pihak bahwa suporter Persita dan Persija sudah tidak ada perselisihan lagi.
“Selamat datang kami ucapkan kepada The Jakmania yang nanti akan beramai-ramai datang ke Bantul. Semoga pertandingan nanti berjalan menarik, aman, dan terkendali. Kita buktikan bahwa suporter Tangerang dan Jakarta itu dewasa dan bisa menjaga ketertiban di dalam pertandingan,” tutup Olga.
Penulis : Taufiq Ardyansyah


