JakOnline - Kumpulan mahasiswa pecinta Persija yang tergabung dalam Jakampus mengadakan agenda Ramadhan. Bertempat kawasan lampu merah Pancoran, Jakampus melakukan pembagian ta’jil berbuka puasa bagi pengguna jalan di area tersebut 11/5.
Pembagian ta’jil merupakan rangkaian agenda Ramadhan yang dilakukan Jakampus. Masih ada kegiatan lain seperti Buka Puasa Bersama di daerah Tebet yang dilanjutkan Sahur On The Road 12/5.
“Kegiatan ini kami lakukan dengan tujuan memberikan pesan, terutama masyarakat umum bahwa kami tidak hanya aktif di lingkungan sepakbola saja. Tapi di bidang sosial dan keagamaan pun turut serta”, ucap Rangga Ketua Jakampus.
“Respon yang sangat antusias dari para pengguna jalan, karna ada sekitar 100-an makanan ringan dan air mineral untuk berbuka puasa” lanjut Wahyu sebagai Koordinator Kegiatan Ramadhan Jakampus.
Acara di bulan Ramadhan seperti ini, tidak hanya dilakukan Jakampus, tapi oleh beberapa korwil dan komunitas dengan kegiatan masing-masing yang terangkum dalam agenda #RamadhanJakmania.
JakOnline - Memasuki bulan puasa banyak agenda yang diadakan suporter pendukung Persija Jakarta. Salah satunya yang diselenggarakan Jakmania Ancol.
Subkorwil Pademangan ini mengadakan kegiatan bertema Jak Ancol Berbagi 12/7. Bertempat di Musolah Al- Magrifah acara diadakan mulai pukul 16.00 WIB sampai selesai. Kegiatan ini sekaligus memperingati hari jadi ke 14.
Ada beberapa acara yang sudah disusun untuk memeriahkan acara. Santunan anak Yatim Piatu dan buka bersama tidak luput dari rangkaian acara tersebut. Dihelat secara sederhana, kegiatan ini diadakan bertujuan lebih mendekatkan Jak Ancol pada masyarakat setempat.
”Acara kita terbuka untuk umum. Siapa saja suporter Persija dari mana saja boleh bergabung. Kegiatan ini kita adakan untuk hal positif sekaligus memperkenalkan bahwa kami itu ada.” tutur Andi dari Jak Ancol
JakOnline – Setelah libur cukup panjang, Persija melakukan latihan perdana (10/7) di POR Sawangan. Tampak skuad Macan Kemayoran belum semua bergabung dalam latihan yang diisi dengan menu ringan, santai tetapi tetap serius ini.
Tercatat tiga pemain asing, Ivan Bosnjak, Eddie Foday Boakay dan sang kapten Fabiano Beltrame belum mengikuti sesi latihan perdana karena masih berada di negaranya masing-masing.
Selain itu, Andritany, Ramdani Lestaluhu, Dani Saputra, dan Syahrizal yang bergabung dalam pemusatan latihan Timnas. Ditambah Kiper ketiga Daryono yang mengikuti pelatihan TNI di Surabaya. Deretan pemain lokal tersebut menambah daftar pemain Persija yang absen dalam latihan perdana.
Menjaga kondisi fisik para pemain pada libur kompetisi menjadi fokus tim pelatih dalam latihan perdana. ”Kami berikan latihan ringan saja seperti teknik individu karena kondisi fisik pemain baru 60-70 persen, ungkap Benny Dollo kepada JakOnline saat ditemui seusai latihan.
“Kita tidak bisa berikan porsi latihan seperti biasa, mengingat mayoritas pemain menjalankan ibadah puasa” pungkas Bendol
JakOnline - Keinginan publik Malaysia untuk menyaksikan Persija Jakarta berlaga masih belum bisa terlaksana. Pasalnya, rencana ujicoba Pahang FA selaku tuan rumah menghadapi Persija Jakarta yang rencananya digelar 19/7 gagal dilaksanakan.
Kepastian batalnya Macan Kemayoran bertandang ke Malaysia diperoleh dari jajaran pelatih. Blitz Tarigan assiten pelatih mengungkapkan “Undangan Persija berujicoba di Malaysia jadwalnya tidak cocok, jadi dipastikan tidak jadi terlaksana.
Gagal melakoni ujicoba di Malaysia. Tim pelatih memiliki rencana selanjutnya untuk menyiasati dengan program yang telah disusun. Persija akan menjalani tiga kali ujicoba pada bulan Ramadhan.
“Kita akan jadwalkan ujicoba dengan tiga tim yang secara level ada di tingkat medium. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh apa perkembangan serta menjaga kondisi pemain setelah liburan,”ungkap Benny Dollo saat di temui seusai latihan,10/7.
“Memberikan atmosfer dengan menghelat ujicoba juga penting di waktu jeda kompetisi seperti ini. Namun untuk siapa lawan ujicoba kita masih belum tahu,”tutup Bendol
JakOnline - Menghadapi masa libur kompetisi dan Bulan Ramadhan, Persija U-21 tetap menggelar latihan. Coach Blitz Tarigan mengadakan latihan rutin untuk menjaga fisik pemain Persija U-21. Latihan dilakukan 3 kali dalam seminggu.
Senin dan Jumat latihan sore hari di POR Sawangan, Rabu latihan futsal adalah jadwal Young Tigers selama bulan Ramadhan. Seperti yang dilakukan Farid Ridwan dkk Rabu malam (2/7) melakukan latihan di Lapangan Futsal Pro Arena Pondok Indah.
“Fokus utama dalam latihan di bulan puasa yakni menjaga kondisi fisik pemain. Karena pola hidup selama Ramadhan berbeda dengan bulan lainnya, ini yang menjadi sorotan, papar Blitz Tarigan
Persija U-21 bersiap untuk memenuhi target dalam kompetisi ISL U-21 musim ini. Setelah lolos dari penyisihan grup, dan masuk ke babak selanjutnya. Untuk kemudian meraih kemenangan dalam setiap pertandingan hingga nantinya sampai babak puncak ISL U-21 dan bisa meraih juara.
JakOnline - Dalam menghadapi jeda kompetisi yang panjang selama bulan ramadhan, para pemain harus bisa menjaga kondisi fisik. Seperti yang disampaikan Blitz Tarigan. Hal yang paling utama setelah liburan ialah kondisi fisik para pemain, yang biasanya melorot tajam.
Banyak cara yang dilakukan pemain dalam menjaga kondisi fisik selama bulan Ramadhan. Rahmat Afandi misalnya, joging pada pagi dan sore hari serta futsal di malam hari menjadi aktifitas rutin dirinya selama bulan puasa.
Pilihan jatuh kepada futsal, karena lebih simple dan bisa dilakukan di tempat yang tidak membutuhkan ruangan yang banyak. “Untuk bermain sepakbola di bulan puasa seperti saat ini agak sulit, ungkap pemain bernomor punggung 11 ini saat dihubungi JakOnline”
Pemain kelahiran Jakarta, 30 tahun silam ini juga menjadikan momen puasa ini sekaligus program diet alami. “Sekalian nurunin berat badan, cara mensiasatinya dengan hanya makan kue-kue ringan pada saat buka, dan makan nasi saat sahur”.
JakOnline - Libur kompetisi ISL 2014, punggawa Persija Jakarta memanfaatkannya dengan cara yang berbeda. Jangka waktu libur yang diberikan mulai dari 27 Juni hingga 10 Juli 2014.
Ada yang pulang ke kampung halaman, ada juga yang tetap di Jakarta mengisi liburan dengan berbagai kegiatan. Seperti yang di ungkapkan Abduh Lestaluhu, dirinya baru mudik menjelang lebaran tiba.
Meskipun libur, Pemain tidak luput dari pantauan Benny Dollo. Pelatih yang pernah menukangi tim nasional berpesan kepada anak asuhnya untuk tetap menjaga kondisi fisik. Ini juga yang dilakukan Abduh Lestaluhu. Pemain bernomor punggung 77 ini tetap menjalankan program yang diberikan pelatih sebelum liburan.
Pemain yang juga memperkuat Persija U-21 ini memanfaatkan hari liburnya hanya dirumah saja di daerah Ciganjur.”Bermain games Play Station dan olahraga Futsal kegiatan yang menjadi rutinitas selama liburan puasa kali ini, ungkap Abduh Lestaluhu.
Setelah libur ramadhan dan lebaran, para pemain dihadapkan dengan jadwal Training Centre. Program ini rencananya akan dihelat di Cilegon 31/7.

JakOnline – Nama besar Persija Jakarta menjadi daya tarik untuk melangsungkan kerjasama. Kali ini  tawaran datang dari negeri tetangga, Malaysia untuk mengadakan pertandingan ujicoba dengan Persija.
Seperti yang diungkapkan Manajer Persija Asher Siregar, “Ada proposal penawaran dari promotor kenamaan Malaysia untuk mengelar pertandingan antara Persija dengan klub Malaysia.”
Kita sudah setuju dengan rencana pertandingan yang akan digelar Minggu kedua bulan Juli ini. Tapi kita belum tahu akan melawan klub apa dalam laga yang digelar di Malaysia nanti, papar Asher Siregar.
Pertandingan ini  akan sangat bermanfaat untuk Persija dalam rangka persiapan menghadapi laga selanjutnya di kompetisi ISL. Terlebih dalam masa liburan, pemain butuh atmosfir pertandingan yang baik.
JakOnline - Setelah sukses dengan buku pertama “Ketika Jemariku Menari”. Bambang Pamungkas atau akrab di sapa Bepe meluncurkan buah kedua yang berjudul “PRIDE” di Gramedia Matraman, 24/6
Buku ini menceritakan secara detail perjalanan karier baik itu di klub maupun timnas, periode 2011-2014. Termasuk juga mengenai konflik didalam PSSI, Induk organisasi sepakbola Indonesia. Menampilkan juga foto-foto ekslusif yang belum pernah ada dimanapun.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab saat peluncuran, Bepe mengungkapkan satu perjalanan yang harus di lewatinya dalam kariernya. Pindah dari Persija Jakarta tim yang membesarkan namanya menuju Pelita Bandung Raya.
“Persija Jakarta Cinta Abadi Saya, di Persija saya mengalami semuanya. Dari kesenangan hingga kesedihan. Menang, kalah, gelar juara, patah kaki, bahkan sampai saya mau dibunuh, kata pemilik nomor punggung 20 ini.
Sama halnya dengan buku pertama, hasil penjualan buku setebal 441 halaman ini akan didonasikan kepada Yayasan Syair Sahabat yang bergerak dibidang Hiv/Aids.

JakOnline - Piala dunia di Brasil sudah memasuki babak delapan besar. Perhelatan akbar ini seakan menyihir pecinta sepakbola di seluruh dunia. Tidak ketinggalan di Indonesia khususnya pecinta Persija Jakarta.
Siapa yang tidak mengenal Brazil sebagai negara sepakbola. Masih menjadi pemegang rekor negara terbanyak dengan raihan 5 gelar juara Piala Dunia. Negeri Samba menghasilkan banyak pemain berkualitas yang menyebar tidak hanya di negerinya sendiri.
Termasuk ekspansi pemain Brazil ke Indonesia. Dari sekian banyak pemain yang pernah dan masih merumput di Persija. Tercatat 3 pemain dari pantauan yang cukup menjadi bagian penting Macan Kemayoran. Sebut saja nama seperti Antonio Claudio, Luciano Leandro hingga Fabiano Beltrame.
Banyak mata saat ini tertuju ke negara rajanya sepakbola. Brasil tahun ini seperti ingin meneguhkan dirinya sebagai raja sepakbola sejagad dunia. Para pemain yang mereka turunkan merupakan talenta terbaik saat ini. Termasuk Neymar, salah satu daftar pencetak gol terbanyak saat ini di Piala Dunia.
Lantas apa yang bisa kita bicarakan lebih dari Piala Dunia yang diselenggarakan di negerinya Pele dengan klub kebanggaan kita, Persija Jakarta. Tidak bisa dilupakan dari benak kita. Ada beberapa pemain dari negeri samba yang pernah atau masih menjadi bagian penting dalam skuad tim Ibukota
Fabiano Beltrame, sang kapten merupakan pemain berdarah Brasil. Perannya begitu penting untuk pertahanan tim. Pengalaman dan kedisiplinannya bermain mengingatkan kita pada satu nama lainnya dari negeri Brasil.
Mundur beberapa tahun kebelakang tentu masih segar dalam ingatan. Persija memiliki pemain Brazil yang juga menempati posisi sama dengan el capitano tersebut, yakni Antonio Claudio. Keduanya memiliki kemiripan dalam bermain, selain posisinya sebagai pemain belakang, keduanya juga mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk memimpin rekannya di lapangan.
Selain kedua nama tersebut, ada lagi satu pemain Negeri Samba yang pernah menjadi pemain penting bagi tim yang memiliki suporter fanatik, The Jakmania. Bermain sebagai pengatur serangan, Luciano Leandro begitu lihai memberikan umpan matang untuk para striker Persija.
Pemain bernomor punggung 10 ini beberapa musim membela Persija sebelum akhirnya untuk memutuskan pensiun dari dunia si kulit bundar.Cukup disayangkan sampai saat ini tim yang berhome base di SUGBK kerap kali gagal menemukan playmaker yang sepadan kualitasnya dengan pemain berambut gondrong ini.
Semua pemain asal Brazil yang jadi bahasan di tulisan ini sering kali dipercaya pelatih menjadi kapten di lapangan hijau. Bedanya, Antonio Claudio dan Luciano Leandro telah membawa Persija juara pada tahun 2001,sedangkan sampai saat ini Fabiano belum mewujudkan hal tersebut.
Namun tak perlu untuk kita sesali. Fabiano saat ini terus bekerja keras bagi dirinya dan kerja sama tim, agar dapat memberikan gelar juara. Semoga saja, pemain yang sempat membela Persela Lamongan, dapat meneruskan jejak pendahulunya di Macan Kemayoran dengan membawa pulang juara liga ke tanah betawi.
Semoga semangat warga Brasil saat ini dalam menggelar Piala Dunia dapat menular kepada kapten kita untuk dapat membawa Persija juara musim ini.
JakOnline – Setelah sempat mengelar latihan 4 hari (23-27 Juni) Persija kembali meliburkan armadanya. Latihan di bulan Ramadhan diagendakan 10-25 Juli. Setelah itu kembali libur untuk menggelar TC yang direncakan dihelat 31/7 di Cilegon.
Walaupun memiliki waktu libur yang cukup panjang. Para pemain diharapkan tetap menjaga kondisi fisik agar ketika berkumpul tetap dalam kondisi bugar.
Seperti yang diungkapkan Blitz Tarigan asisten pelatih Persija, “Secara psikologis kondisi anak-anak pasti bagus. Mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarga dalam waktu yang cukup lama.”
Tapi biasanya tidak untuk kondisi fisik. Setelah liburan hal paling disoroti tim pelatih tentu saja fisik yang melorot, ini  perlu diperhatikan skuad Macan Kemayoran, tambah Blitz.
Training Centre (TC) rencananya akan dilakukan di Cilegon, persiapan matang sebelum menghadapi Persib Bandung 10/8, ungkap Asher Siregar Manajer Persija
JakOnline - Perhelatan Piala Dunia Brasil 2014 sudah mau memasuki babak 16 besar. Banyak kejadian yang tak terduga pada perhelatan kali ini. Sepanjang fase grup, tim-tim besar sudah ada yang dipastikan angkat koper dari Negeri Samba.
Gelaran 4 tahunan ini kebetulan berbarengan dengan libur pertandingan dan latihan yang dijalankan oleh klub peserta Liga Super Indonesia. Hal tersebut tentunya dimanfaatkan para pemain dan pelatih untuk ikut menikmati pesta akbar sepakbola di dunia tersebut.
Bagi seorang pesepakbola, ada banyak pelajaran yang diambil dari turnamen sekelas Piala Dunia. Selain bisa mengambil pelajaran tentang teknik bermain, seorang pesepakbola juga dapat mengambil hal positif lainnya seperti cara menjunjung sportivitas.
Kesempatan ini tentu tak ingin disia-siakan oleh para pemain Persija. Misalnya Andritany, Ramdani, dan Syahrizal. Mereka yang baru saja kembali dari Yogyakarta usai mengikuti pemusatan latihan Timnas U-23 memiliki jagoannya masing-masing dalam pagelaran Piala Dunia Brasil 2014.
Hal yang paling pahit tentunya dirasakan oleh Andritany. Sebab, penjaga gawang nomor satu di Persija ini harus rela negara jagoannya pulang kampung lebih awal. Bagol -sapaan akrab Andritany- harus berbesar hati melihat Spanyol menjadi bulan-bulanan Belanda dan Chili. Untung saja, negara yang pernah menjuarai Piala Dunia 2010 itu memberikan hiburan pada laga terakhirnya saat mengalahkan Australia dengan skor 3-0. Namun hal tersebut tetap tidak mampu membawa Tim Matador lolos ke putaran 16 besar.
Berbeda dengan Andritany, top skor sementara Persija musim ini, Ramdani Lestaluhu lebih tertarik untuk menjagokan Argentina. Pemain yang pernah berbaju Sriwijaya FC Palembang itu optimis Argentina mampu meraih gelar juara dunia tahun ini. Terlebih lagi duet Lionel Messi dan Sergio Aguero di lini depan Tim Tango -julukan timnas Argentina- kian padu dari waktu ke waktu.
Di sisi lain, Syahrizal mengaku lebih suka melihat permainan Brasil dibanding dengan negara-negara peserta lainnya di Piala Dunia tahun ini. Alasannya sederhana. Pemain berdarah Aceh itu mengidolakan bek tengah Brasil yang bermain untuk Paris Saint Germain, Thiago Silva.
Terlepas dari negara mana yang dijagokan ketiga pasukan Persija tersebut, perhelatan Piala Dunia tentunya bisa memberikan banyak wawasan bagi aktor lapangan hijau, khususnya di negeri kita. Semoga Andritany, Ramdani, Syahrizal dan semua pesepakbola di Indonesia bisa mengambil pelajaran dari pagelaran sepakbola termewah di jagad raya kali ini.
JakOnline - Diboyong oleh Manajemen Persija Jakarta dari klub Brunei Darussalam, DPMM FC Ivan Bosnjak diharapkan menjadi mesin gol untuk tim Macan Kemayoran. Memulai debutnya melawan Barito Putra, Ivan mengawali partai perdananya di Indonesian Super League 2014 dengan cukup baik. Ia langsung diturunkan oleh coach Bendol dalam pertandingan yang berkesudahan keunggulan Persija dengan skor 2-1.
Partai melawan Semen Padang menjadi ajang bagi striker asal Kroasia mencetak gol debutnya lewat titik putih. Gol itu diharapkan menjadi pembuka kran gol selanjutnya. Gelontoran gol kedua dicetak pemain nomor punggung 10 ini ketika Persija bertandang ke markas Pelita Bandung Raya. Meskipun kembali mencetak gol lewat titik putih, setidaknya gol Ivan membantu Persija terhindar dari kekalahan dalam laga yang dihelat di Stadion Si Jalak Harupat.
Dirinya hampir saja mencetak ‘Hattricknya’ lewat titik putih saat melawan Persita Tangerang jika tendangannya tidak ditepis oleh Yogi Triana, kiper dari Pendekar Cisadane.
Kritikan mulai datang termasuk dari The Jakmania. Karena pemain yang pernah merasakan bermain di Piala Dunia tidak mampu mencetak gol di beberapa laga selanjutnya bersama Persija. Spesialis penalti sempat melekat pada diri Ivan Bosnjak. Tidak jarang menyebut Ivan terkesan loyo dan kurang padu dengan permainan tim Ibukota. Namanya sempat masuk daftar pemain yang dicoret pada bursa transfer putaran kedua. Walau pada akhirnya manajemen Persija mencoret Zelimir Terkes, amanlah Bosnjak.
Titik balik bagi Ivan terjadi saat melawan Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ia menjawab kritikan yang datang padanya dengan mencetak gol kali ini tidak melalui titik penalti. Dalam laga tersebut ia mencetak gol melalui proses yang cukup cantik lewat tendangan setengah voli. Pada pertandingan itu ia bermain spartan seolah ingin membayar penampilan buruknya di putaran pertama.
Hasil kerja kerasnya terbayar kembali ketika menghadapi Persita Tangerang dalam partai tandang. Satu gol ia sumbangkan lewat kerjasama apik bersama Ramdani Lestaluhu. Perlahan ia mampu menjawab semua koreksi yang menerpa dirinya. Kritikan yang sempat membuat permainannya tidak stabil. Kini berubah menjadi dukungan sepenuh hati kepada Ivan yang datang dari seluruh elemen pecinta Persija Jakarta.
Meskipun sudah terbilang uzur untuk usia seorang pesepakbola. Kegigihan dan semangatnya setiap kali diturunkan patut diapresiasi oleh manajemen dan jajaran pelatih. Termasuk juga seluruh lapisan kelompok supporter Persija Jakarta.

JakOnline - Tulisan ini adalah cerita dua tahun lalu dimana seorang anak perempuan yang akan lulus SMA. Tinggal diluar Jakarta, yang jatuh cinta kepada tim sepakbolanya, dan sebuah mimpi untuk lebih dekat dengan tim kebanggaan yaitu Persija.
Remaja perempuan itu tinggal disebuah kota kecil Jawa Barat yang baginya tidak begitu jauh dari Jakarta. Kota yang sebagian besar wilayahnya dikelilingi pantai. Namun bagi sebagian orang ketika ditemui akan berkata sebuah hal yang berbeda, kota asal perempuan berusia 19 tahun ini begitu jauh dari Ibu Kota.
Jarak jauh memang menjadi alasan dirinya jarang ke stadion, namun bukan berarti menjadi sebuah penghalang untuk memutar otak, mencari jalan keluar, dan bagaimana merubah khayalannya ini menjadi sebuah kenyataan. Bertanggung jawab akan hasil akademik, memperbaiki nilai raport. Berusaha sedemikian rupa supaya diterima disebuah Universitas di Jakarta lewat jalur prestasi. Semua demi tujuan dan kemulusan jalan mencapai pengharapan awal melanjutkan pendidikan di Jakarta agar lebih dekat dengan Persija.
Jakarta, ternyata bukan perkara mudah memulai hari demi hari jauh dari keluarga dengan predikat anak perantau. Bukan hal yang gampang ketika sudah di Jakarta. Pil pahit harus diterima kala itu perizinan laga home susah didapatkan membuat Persija harus menjadi tim musafir. Bukan hal yang mudah mengatur jadwal kuliah dan jadwal menonton kau (Persija).
Karena bagaimana pun pendidikan harus tetap berjalan dengan baik sebagai sebuah tanggung jawab kepada orangtua. Dan bukan hal sepele mencari teman untuk sekedar ke stadion. Karena nyatanya walaupun berada di Jakarta, namun tetap saja kesulitan mencari sesama Persija Lovers. (Mungkin suatu saat remaja ini mendapatkan pasangan dengan satu cinta yang sama)
Persija, atas cinta kepada anda maka turunlah rasa itu kepada kota dimana anda lahir dan berpijak. Kecintaan akan kota yang begitu banyak kepentingan. Kota yang katanya keras. Kota yang seolah memberikan angin surga bagi orang daerah mengadu nasib. Dan kota yang dinilai sebagian orang masih semerawut entah kenapa mulai dirinya cintai. Pada saat umur beranjak dewasa dikota perantau bersama tim kebanggaannya, Persija. Mahasiswa jurusan Psikologi ini sadar bahwa tidak semuanya indah. Seperti apa khayalannya dulu di masa sekolah atas kota berlambang monas ini.
Persija, kau ajarkan cinta pada Jakarta. Cinta yang mungkin belum terlalu besar, belum begitu terlihat, dan belum sama seperti penduduk asli Jakarta. Wanita berzodiak Virgo ini masih dalam proses belajar untuk mencintai jantung negara ini.
Dirinya sadar bahwa dua tahun bukanlah waktu yang cukup untuk sekedar mengetahui siapa Jakarta itu. Dua tahun hanyalah sebuah perhitungan waktu, yang akan terus bertambah untuk lebih mengetahui. Terus menggali rasa cinta kepada kota ini tanpa menghilangkan identitas aslinya. Karena bagaimana pun dirinya berhutang budi kepada kota ini atas tempat melanjutkan pendidikan dan peluang dalam mencapai kesuksesan.
Persija, kau ajarkan cinta pada Jakarta. Senantiasa jadilah kota yang aman, nyaman, dan bersahabat. Ajarkan selalu arti kata cinta, setelah itu berjanji akan selalu mencintai kota ini. Pada akhir tulisan ini dirinya mengucapkan selamat ulang tahun kepada kota Jakarta. Hanya lewat artikel ini terpanjat harapan, doa untuk Jakarta yang lebih Persija dan Jakarta yang lebih baik. Jaya Raya Selalu Ibu Kota. #JKT487