JakOnline – Sebuah proses demokrasi telah
berlangsung dalam sebuah organisasi supporter yang bisa dibilang salah
satu yang terbesar di Indonesia, The Jakmania. Dengan memiliki anggota
terdaftar kurang lebih 70ribu, 56 korwil sampai saat ini dan ditambah
dengan simpatisan yang jumlahnya mungkin sama banyaknya.
Layaknya sebuah organisasi, proses pengkaderan dibutuhkan. Karena sebaik-baiknya organisasi mampu melahirkan generasi yang tidak terputus pada satu periode waktu. Bertempat di ballroom Hotel M City, Jakarta Pusat, 17/1 telah terselenggarakan Mubes The Jakmania III
Berawal dari maju nya 6 orang calon Ketua Umum The Jakmania, yakni. Larico Ranggamone (Ayah Riko) sebagai Ketua incumbent, Richard Achmad Supriyanto, Muhammad Ramdani, Irlan, Agus Prasetyo (Joey) dan Rachmat Beckharian (Lukha). Kemudian berdasarkan Muswil (Musyawarah Korwil) tiga nama yang dituliskan pertama kemudian maju dalam Mubes The Jak.
Setelah melewati dua putaran pemilihan, Richard Achmad Supriyanto terpilih sebagai Ketua Umum The Jakmania periode 2014-2017. Sekaligus menandakan berakhirnya jabatan Ayah Riko yang sudah menjabat selama dua periode sebelumnya.
“Pekerjaan pertama saya sebagai Ketum adalah ingin melakukan pembenahan kesekretariatan di dalam The Jakmania. Terutama memperjuangkan lokasi Sekretariat The Jakmania pasca tidak lagi menempati Stadion Lebak Bulus yang akan digusur. Dirinya mengisyaratkan markas besar The Jak nantinya akan diupayakan berada di tengah kota, ungkap Richard Achmad kepada JakOnline.
Sedikit flashback kebelakang, terhitung sejak pertama kali berdiri tahun 1997, The Jakmania sudah menghasilkan regenerasi Ketua sebanyak 5 kali. Sebuah proses yang dinamis dalam sebuah organisasi supporter sepakbola. Maju Terus The Jakmania, untuk Persija, Sepakbola Jakarta, dan Indonesia! #Kam17akmania
Layaknya sebuah organisasi, proses pengkaderan dibutuhkan. Karena sebaik-baiknya organisasi mampu melahirkan generasi yang tidak terputus pada satu periode waktu. Bertempat di ballroom Hotel M City, Jakarta Pusat, 17/1 telah terselenggarakan Mubes The Jakmania III
Berawal dari maju nya 6 orang calon Ketua Umum The Jakmania, yakni. Larico Ranggamone (Ayah Riko) sebagai Ketua incumbent, Richard Achmad Supriyanto, Muhammad Ramdani, Irlan, Agus Prasetyo (Joey) dan Rachmat Beckharian (Lukha). Kemudian berdasarkan Muswil (Musyawarah Korwil) tiga nama yang dituliskan pertama kemudian maju dalam Mubes The Jak.
Setelah melewati dua putaran pemilihan, Richard Achmad Supriyanto terpilih sebagai Ketua Umum The Jakmania periode 2014-2017. Sekaligus menandakan berakhirnya jabatan Ayah Riko yang sudah menjabat selama dua periode sebelumnya.
“Pekerjaan pertama saya sebagai Ketum adalah ingin melakukan pembenahan kesekretariatan di dalam The Jakmania. Terutama memperjuangkan lokasi Sekretariat The Jakmania pasca tidak lagi menempati Stadion Lebak Bulus yang akan digusur. Dirinya mengisyaratkan markas besar The Jak nantinya akan diupayakan berada di tengah kota, ungkap Richard Achmad kepada JakOnline.
Sedikit flashback kebelakang, terhitung sejak pertama kali berdiri tahun 1997, The Jakmania sudah menghasilkan regenerasi Ketua sebanyak 5 kali. Sebuah proses yang dinamis dalam sebuah organisasi supporter sepakbola. Maju Terus The Jakmania, untuk Persija, Sepakbola Jakarta, dan Indonesia! #Kam17akmania
JakOnline - Mental Jakarta, mungkin kalimat ini
masih asing ditelinga sebagaian orang. Makna yang terkandung pun masih
dipertanyakan. Lantas apakah makna “Mental Jakarta” yang belakangan ini
sering disebut para pencinta Persija? Setiap orang pastinya memiliki
persepsi masing-masing, maka saya mencoba memaknai kalimat ini dengan
pandangan saya.
Mental Jakarta mungkin sebutan atas gambaran hirup-pikuk kehidupan Ibu Kota. Seolah kota yang tak pernah tidur dari kegiatannya. Dipagi hari yang buta suara klakson sudah berbunyi dari berbagai penjuru tempat, tak lama kemudian jalan raya Ibukota pun sesak padat oleh kendaraan. Para pekerja berlomba menaiki kendaraan umum, sementara supir dan kenek tak mau kalah satu sama lain menaiki penumpang yang tak jarang dapat di temui disembarang tempat. Belum lagi jika hujan turun, genangan air atau pohon tumbang akan menjadi pekerjaan tambahan luar biasa. Maka tergambar sudah mental Jakarta di pagi hari. Dan hal yang sama kembali dijumpai pada sore menjelang malam, disaat sebagian orang justru baru memulai hidupnya. Ya, mereka baru saja akan bersiap melakukan aktifitasnya mengarungi kerasnya Ibukota.
Jakarta, kota ini seolah menyimpan sebuah janji bagi siapapun. Tingkat urbanisasi di kota ini cukup tinggi sehingga membuat kita tak jarang bertemu orang sekitar dengan logat bahasa yang beragam. Tingginya tingkat urbanisasi tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja, maka tak jarang kita temui kasus kejahatan yang alasannya sama, untuk menyambung hidup di Ibukota. Atau mereka yang memanfaatkan kolong jembatan untuk tempat tinggalnya, dan memanfaatkan anak kecilnya untuk mendapatkan belas kasihan dilampu merah. Sekeras itu kah mental Jakarta sehingga mereka rela baku hantam dan tetesan darah yang keluar demi sebuah tempat yang mereka sebut “uang dan kekuasaan”?
Hal diatas adalah gambaran kecil dari semua yang tersedia didalam Ibu Kota.
Mental Jakarta mungkin mengajarkan “Kamu gak boleh cengeng, kamu harus kuat, kamu bisa melewati semua ini. Jakarta memang terlihat “keras”, tapi dibalik itu ada sebuah bentuk solidaritas yang tidak pernah terputus.
Tepat satu minggu yang lalu, peristiwa memilukan terjadi dan menimpa salah satu rekan Jakmania Cikampek bernama Yoga. Kecaman, kekecewaan, amarah, datang dari berbagai pihak. Darah yang keluar dan luka yang membekas lagi-lagi dari teman-teman Oren Outsider.
Bagi para outsider bukan perkara mudah melakukan perjalanan ke Jakarta disaat Persija bertanding. Hujan yang turun bukan hanya air tapi terkadang benda keras yang tak jarang melukai. Keringat yang keluar bukan lagi bening, ia bisa saja berwarna merah. Tapi mereka tidak pernah mengadu secara berlebihan di media sosial apalagi kepada petinggi daerah.
Korban jatuh dalam perjalanan, mungkin ini bagian dari resiko. Namun sampai kapan resiko itu bertebus nyawa? Hampir 3 tahun saya sempat merasakan “perjalanan” outsider. Jujur saja menjadi outsider itu tidak mudah. Selain segala hal yang bisa terjdi dalam perjalanan, biaya perjalanan yang dikelurkan untuk menyewa kendaraan, membeli tiket, dan belum lagi jika kendaraan yang disewa mengalami kerusakan, mau tidak mau ya harus menggantinya.
Jika dipikir dengan logika, mungkin ini adalah sebuah tindakan konyol. Ya konyol, karena yang di Jakarta saja belum sepenuhnya mendukung Persija, sementara itu dari luar daerah rela datang ke Ibu Kota mendukung Persija kembali pulang. Mungkin ini yang dikatakan cinta, ini praktek dari ucapan cinta tak butuh alasan dan logika.
Tetap semangat outsider.
Ditempa serupa mental Jakarta. Ditempa dengan rasa sakit, air mata, kecewa yang diterima tapi ini semua melatih kita untuk lebih kuat dan lebih Persija. Bukan menjadi lemah, cengeng, atau angkuh ketika kembali ke daerah asal. Tapi kedewasaan menjalani kehidupan yang tak selalu aman.
Mental Jakarta mungkin sebutan atas gambaran hirup-pikuk kehidupan Ibu Kota. Seolah kota yang tak pernah tidur dari kegiatannya. Dipagi hari yang buta suara klakson sudah berbunyi dari berbagai penjuru tempat, tak lama kemudian jalan raya Ibukota pun sesak padat oleh kendaraan. Para pekerja berlomba menaiki kendaraan umum, sementara supir dan kenek tak mau kalah satu sama lain menaiki penumpang yang tak jarang dapat di temui disembarang tempat. Belum lagi jika hujan turun, genangan air atau pohon tumbang akan menjadi pekerjaan tambahan luar biasa. Maka tergambar sudah mental Jakarta di pagi hari. Dan hal yang sama kembali dijumpai pada sore menjelang malam, disaat sebagian orang justru baru memulai hidupnya. Ya, mereka baru saja akan bersiap melakukan aktifitasnya mengarungi kerasnya Ibukota.
Jakarta, kota ini seolah menyimpan sebuah janji bagi siapapun. Tingkat urbanisasi di kota ini cukup tinggi sehingga membuat kita tak jarang bertemu orang sekitar dengan logat bahasa yang beragam. Tingginya tingkat urbanisasi tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja, maka tak jarang kita temui kasus kejahatan yang alasannya sama, untuk menyambung hidup di Ibukota. Atau mereka yang memanfaatkan kolong jembatan untuk tempat tinggalnya, dan memanfaatkan anak kecilnya untuk mendapatkan belas kasihan dilampu merah. Sekeras itu kah mental Jakarta sehingga mereka rela baku hantam dan tetesan darah yang keluar demi sebuah tempat yang mereka sebut “uang dan kekuasaan”?
Hal diatas adalah gambaran kecil dari semua yang tersedia didalam Ibu Kota.
Mental Jakarta mungkin mengajarkan “Kamu gak boleh cengeng, kamu harus kuat, kamu bisa melewati semua ini. Jakarta memang terlihat “keras”, tapi dibalik itu ada sebuah bentuk solidaritas yang tidak pernah terputus.
Tepat satu minggu yang lalu, peristiwa memilukan terjadi dan menimpa salah satu rekan Jakmania Cikampek bernama Yoga. Kecaman, kekecewaan, amarah, datang dari berbagai pihak. Darah yang keluar dan luka yang membekas lagi-lagi dari teman-teman Oren Outsider.
Bagi para outsider bukan perkara mudah melakukan perjalanan ke Jakarta disaat Persija bertanding. Hujan yang turun bukan hanya air tapi terkadang benda keras yang tak jarang melukai. Keringat yang keluar bukan lagi bening, ia bisa saja berwarna merah. Tapi mereka tidak pernah mengadu secara berlebihan di media sosial apalagi kepada petinggi daerah.
Korban jatuh dalam perjalanan, mungkin ini bagian dari resiko. Namun sampai kapan resiko itu bertebus nyawa? Hampir 3 tahun saya sempat merasakan “perjalanan” outsider. Jujur saja menjadi outsider itu tidak mudah. Selain segala hal yang bisa terjdi dalam perjalanan, biaya perjalanan yang dikelurkan untuk menyewa kendaraan, membeli tiket, dan belum lagi jika kendaraan yang disewa mengalami kerusakan, mau tidak mau ya harus menggantinya.
Jika dipikir dengan logika, mungkin ini adalah sebuah tindakan konyol. Ya konyol, karena yang di Jakarta saja belum sepenuhnya mendukung Persija, sementara itu dari luar daerah rela datang ke Ibu Kota mendukung Persija kembali pulang. Mungkin ini yang dikatakan cinta, ini praktek dari ucapan cinta tak butuh alasan dan logika.
Tetap semangat outsider.
Ditempa serupa mental Jakarta. Ditempa dengan rasa sakit, air mata, kecewa yang diterima tapi ini semua melatih kita untuk lebih kuat dan lebih Persija. Bukan menjadi lemah, cengeng, atau angkuh ketika kembali ke daerah asal. Tapi kedewasaan menjalani kehidupan yang tak selalu aman.
JakOnline - Kekhawatiran Persija tidak dapat menggunakan SUGBK dalam laga kandang dalam kompetisi ISL 2013/2014 tidak sepenuhnya terbukti.
Hal ini seperti diutarakan Tubani Kepala Unit 1 SUGBK saat
dihubungi JakOnline 29/1. “Sejauh ini Persija masih dapat menggunakan
SUGBK sebagai homebase mereka untuk kompetisi musim depan.”
“Tidak ada jadwal bentrok dengan kegiatan lain dalam draft
jadwal yang sudah dikeluarkan PT.Liga Indonesia. Namun diakuinya
keterlambatan regulator dalam merilis jadwal bisa saja mempersulit
Persija bermain di SUGBK, tambahnya.
Bahkan jadwal kerap kali berubah, waktu kick off awal
kompetisi saja mundur. Tentu saja ini kembali lagi ke PT.LI untuk bisa
lebih konsisten menyusun dan menjalankan jadwal yang telah ditentukan,
papar Tubani
Ketika JakOnline konfirmasi beberapa jadwal (kurang lebih
ada 9 pertandingan) yang rawan untuk Persija tidak bisa menggunakan
SUGBK, Tubani berujar “Aman, sudah saya kroscek sebelumnya.”
Momok partai usiran laga kandang memang menjadi faktor yang
kerap kali bisa menjegal Persija. Saat musim 2010/2011 misalnya, kala
itu Persija juga ditangani Rahmad Darmawan.
Partai kandang yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk
meraih kemenangan malah terganggu. Hasilnya, Persija gagal mendulang
poin penuh saat menjalankan partai usiran.
Selain mengalami kerugian finansial karena tidak dapat
secara maksimal meraup pendapatan dari tiket. Laga usiran juga
berpengaruh terhadap dukungan suporter yang jumlahnya pasti tidak
sebanyak saat bermain di SUGBK.
Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah
sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta yang didirikan
pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond
Indonesish Jakarta (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut
mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan
keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di
Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Sebelum perang, orang Belanda di Jakarta membentuk berbagai perkumpulan olah raga sepak bola. Salah satu perkumpulan yang terkenal adalah Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). Mereka memiliki lapangan berlatih sendiri di Viosveld (lapangan Vios), yang kini dikenal dengan nama Stadion Menteng. Bagi yang belum tahu, lapangan ini terletak dijalan HOS Cokroaminoto no.87 sekarang. Setelah kemerdekaan lapangan Vios dipakai oleh PERSIJA (Persatuan sepak bola Jakarta). Persija didirikan pada tahun 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ). Lapangan berlatih saat itu dilapangan VIJ Petojo.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija “baru” itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa, berikut hasilnya:
Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951)
Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951)
Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951).
Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.
Tambahan dari blog Sejarah Bangsa Indonesia,
Lapangan Persija di Menteng, Jakarta Pusat, mungkin salah satu di antara lapangan sepakbola tertua di Jakarta. Dibangun pada 1920′an oleh Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). VIOS adalah nama klub sepakbola Belanda di Batavia, hingga lapangan ini pada masa penjajahan Belanda dinamakan Viosveld atau lapangan Vios. Dibangunnya lapangan ini saat banyak berdatangan warga Belanda ke Indonesia disertai keluarga. Di Indonesia, orang Belanda baik indo maupun totok, dikenal gila bola. Sejak abad ke-19 bangsa Indonesia sudah mengenal sepakbola. Pramudya Ananta Toer dalam buku ‘Bumi Manusia’ menceritakan kisah para pelajar HBS (semacam SMA sekarang) di Surabaya saat memperingati pelantikan Ratu Wilhelmina (nenek Ratu Beatrix sekarang ini), pada 6 September 1898 dengan pertandingan sepakbola.
Keberadaan lapangan VIOS kala itu adalah salah satu tempat konpetisi antarklub-klub di Jakarta. Karena kesebelasan UMS memiliki stadion di Petak Sinkian, Jakarta Barat. Chunghua di kawasan yang sama Taman Sari, Hercules di Deca Park (Monas), BVC memiliki lapangan di selatan Monas, dan Persija kala itu memiliki Lapangan di VIJ, Petojo. Jadi lapangan VIOS, kala itu merupakan salah satu dari banyaknya lapangan di Jakarta yang dimiliki oleh perkumpulan sepakbola di Jakarta. Seperti juga kesebelasan-kesebelasan di Liga Eropa. Seperti Stadion Della Alpi di Kota Turin, milik Juventus. Stadion Stamford Bridge di Loncdon milik Chelsea. Stadion Highbury milik Arsenal di London, Old Trafford, stadion milik MU di Manchester, dan Guisepe Meazza, stadion milik Inter Milan di Kota Milan.
Kembali pada sepakbola di Hindia Belanda (sebutan Indonesia kala itu), orang-orang Belanda di Indonesia pada tahun 1918 membentuk Nederlandsch Indcie Voetbal Bond (NIVB) yang membawahi bond-bond yang para pemainnya didominasi warga Belanda. Anggota-anggotanya dilarang bermain dengan perkumpulan sepakbola Inlander. Perkataan inlander merupakan penghinaan, sangat menyakitkan bangsa Indonesia. Sebagai rasa nasionalis di bidang olahraga (sepakbola), pada 1928 bertepatan dengan tahun Sumpah Pemuda, berdiri Voetballbond Indonesia Jakarta (VIJ). VIJ pada 1950 menjadi Persija.
Prestasi Persija (Nasional)
Perserikatan :
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia :
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Indonesia (10)
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar
Liga Super Indonesia :
* Tahun 2009, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
* Tahun 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
Piala Indonesia :
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Prestasi Persija (Internasional)
* Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam.
Note : Hingga Saat Ini, Persija Jakarta Juga Merupakan Satu-Satunya Team Yang Belum Pernah Degradasi Sepanjang Sejarah Kompetisi di Indonesia.
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Sebelum perang, orang Belanda di Jakarta membentuk berbagai perkumpulan olah raga sepak bola. Salah satu perkumpulan yang terkenal adalah Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). Mereka memiliki lapangan berlatih sendiri di Viosveld (lapangan Vios), yang kini dikenal dengan nama Stadion Menteng. Bagi yang belum tahu, lapangan ini terletak dijalan HOS Cokroaminoto no.87 sekarang. Setelah kemerdekaan lapangan Vios dipakai oleh PERSIJA (Persatuan sepak bola Jakarta). Persija didirikan pada tahun 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ). Lapangan berlatih saat itu dilapangan VIJ Petojo.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija “baru” itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa, berikut hasilnya:
Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951)
Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951)
Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951).
Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.
Tambahan dari blog Sejarah Bangsa Indonesia,
Lapangan Persija di Menteng, Jakarta Pusat, mungkin salah satu di antara lapangan sepakbola tertua di Jakarta. Dibangun pada 1920′an oleh Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). VIOS adalah nama klub sepakbola Belanda di Batavia, hingga lapangan ini pada masa penjajahan Belanda dinamakan Viosveld atau lapangan Vios. Dibangunnya lapangan ini saat banyak berdatangan warga Belanda ke Indonesia disertai keluarga. Di Indonesia, orang Belanda baik indo maupun totok, dikenal gila bola. Sejak abad ke-19 bangsa Indonesia sudah mengenal sepakbola. Pramudya Ananta Toer dalam buku ‘Bumi Manusia’ menceritakan kisah para pelajar HBS (semacam SMA sekarang) di Surabaya saat memperingati pelantikan Ratu Wilhelmina (nenek Ratu Beatrix sekarang ini), pada 6 September 1898 dengan pertandingan sepakbola.
Keberadaan lapangan VIOS kala itu adalah salah satu tempat konpetisi antarklub-klub di Jakarta. Karena kesebelasan UMS memiliki stadion di Petak Sinkian, Jakarta Barat. Chunghua di kawasan yang sama Taman Sari, Hercules di Deca Park (Monas), BVC memiliki lapangan di selatan Monas, dan Persija kala itu memiliki Lapangan di VIJ, Petojo. Jadi lapangan VIOS, kala itu merupakan salah satu dari banyaknya lapangan di Jakarta yang dimiliki oleh perkumpulan sepakbola di Jakarta. Seperti juga kesebelasan-kesebelasan di Liga Eropa. Seperti Stadion Della Alpi di Kota Turin, milik Juventus. Stadion Stamford Bridge di Loncdon milik Chelsea. Stadion Highbury milik Arsenal di London, Old Trafford, stadion milik MU di Manchester, dan Guisepe Meazza, stadion milik Inter Milan di Kota Milan.
Kembali pada sepakbola di Hindia Belanda (sebutan Indonesia kala itu), orang-orang Belanda di Indonesia pada tahun 1918 membentuk Nederlandsch Indcie Voetbal Bond (NIVB) yang membawahi bond-bond yang para pemainnya didominasi warga Belanda. Anggota-anggotanya dilarang bermain dengan perkumpulan sepakbola Inlander. Perkataan inlander merupakan penghinaan, sangat menyakitkan bangsa Indonesia. Sebagai rasa nasionalis di bidang olahraga (sepakbola), pada 1928 bertepatan dengan tahun Sumpah Pemuda, berdiri Voetballbond Indonesia Jakarta (VIJ). VIJ pada 1950 menjadi Persija.
Prestasi Persija (Nasional)
Perserikatan :
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia :
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Indonesia (10)
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar
Liga Super Indonesia :
* Tahun 2009, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
* Tahun 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
Piala Indonesia :
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Prestasi Persija (Internasional)
* Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam.
Note : Hingga Saat Ini, Persija Jakarta Juga Merupakan Satu-Satunya Team Yang Belum Pernah Degradasi Sepanjang Sejarah Kompetisi di Indonesia.
JakOnline - Berikut Draft Jadwal Persija dalam kompetisi ISL 2014/2015.
Putaran I
Sabtu 21 Februari 2015 : Persija vs Semen Padang
Selasa 24 Februari 2015 : Persija vs Pelita Bandung Raya
Rabu 4 Maret 2015 : Persipura vs Persija
Sabtu 7 Maret 2015 : Perseru vs Persija
Kamis 12 Maret 2015 : Persija vs Mitra Kukar
Minggu 15 Maret 2015 : Persija vs Pusamania Borneo FC
Selasa 31 Maret 2015 : Persiram vs Persija
Sabtu 4 April 2015 : Bali United Pusam vs Persija
Rabu 8 April 2015 : Persija vs Sriwijaya FC
Sabtu 11 April 2015 : Persija vs Persib
Senin 20 April 2015 : PSM Makassar vs Persija
Kamis 23 April 2015 : Persiba vs Persija
Minggu 3 Mei 2015 : Persija vs Barito
Sabtu 9 Mei 2015 : Persija vs Arema
Kamis 14 Mei 2015 : Persija vs Persela
Selasa 19 Mei 2015 : Persegres GU vs Persija
Minggu 24 Mei 2015 : Persebaya vs Persija
Putaran II
Selasa 23 Juni 2015 : Persija vs Persebaya
Minggu 28 Juni 2015 : Persija vs Persegres GU
Sabtu 4 Juli 2015 : Persela vs Persija
Kamis 9 Juli 2015 : Arema vs Persija
Sabtu 25 Juli 2015 : Barito vs Persija
Rabu 5 Agustus 2015 : Persija vs Persiba
Minggu 9 Agustus 2015 : Persija vs PSM Makassar
Sabtu 15 Agustus 2015 : Persib vs Persija
Rabu 19 Agustus 2015 : Sriwijaya FC vs Persija
Sabtu 22 Agustus 2015 : Persija vs Persiram
Kamis 27 Agustus 2015 : Persija vs Bali United Pusam
Kamis 10 September 2015 : Pusamania Borneo FC vs Persija
Minggu 13 September 2015 : Mitra Kukar vs Persija
Sabtu 19 September 2015 : Persija vs Perseru
Rabu 23 September 2015 : Persija vs Persipura
Minggu 4 Oktober 2015 : Semen Padang vs Persija
Kamis 8 Oktober 2015 : Pelita Bandung Raya vs Persija
Keterangan : Jadwal Dapat Mengalami Perubahan Dengan atau Tanpa Pemberitahuan Sebelumnya
Putaran I
Sabtu 21 Februari 2015 : Persija vs Semen Padang
Selasa 24 Februari 2015 : Persija vs Pelita Bandung Raya
Rabu 4 Maret 2015 : Persipura vs Persija
Sabtu 7 Maret 2015 : Perseru vs Persija
Kamis 12 Maret 2015 : Persija vs Mitra Kukar
Minggu 15 Maret 2015 : Persija vs Pusamania Borneo FC
Selasa 31 Maret 2015 : Persiram vs Persija
Sabtu 4 April 2015 : Bali United Pusam vs Persija
Rabu 8 April 2015 : Persija vs Sriwijaya FC
Sabtu 11 April 2015 : Persija vs Persib
Senin 20 April 2015 : PSM Makassar vs Persija
Kamis 23 April 2015 : Persiba vs Persija
Minggu 3 Mei 2015 : Persija vs Barito
Sabtu 9 Mei 2015 : Persija vs Arema
Kamis 14 Mei 2015 : Persija vs Persela
Selasa 19 Mei 2015 : Persegres GU vs Persija
Minggu 24 Mei 2015 : Persebaya vs Persija
Putaran II
Selasa 23 Juni 2015 : Persija vs Persebaya
Minggu 28 Juni 2015 : Persija vs Persegres GU
Sabtu 4 Juli 2015 : Persela vs Persija
Kamis 9 Juli 2015 : Arema vs Persija
Sabtu 25 Juli 2015 : Barito vs Persija
Rabu 5 Agustus 2015 : Persija vs Persiba
Minggu 9 Agustus 2015 : Persija vs PSM Makassar
Sabtu 15 Agustus 2015 : Persib vs Persija
Rabu 19 Agustus 2015 : Sriwijaya FC vs Persija
Sabtu 22 Agustus 2015 : Persija vs Persiram
Kamis 27 Agustus 2015 : Persija vs Bali United Pusam
Kamis 10 September 2015 : Pusamania Borneo FC vs Persija
Minggu 13 September 2015 : Mitra Kukar vs Persija
Sabtu 19 September 2015 : Persija vs Perseru
Rabu 23 September 2015 : Persija vs Persipura
Minggu 4 Oktober 2015 : Semen Padang vs Persija
Kamis 8 Oktober 2015 : Pelita Bandung Raya vs Persija
Keterangan : Jadwal Dapat Mengalami Perubahan Dengan atau Tanpa Pemberitahuan Sebelumnya
Perhelatan Trofeo Persija 2015 telah berakhir dengan hasil Persija
Jakarta, Arema Cronus dan Sriwijaya FC keluar sebagai juara bersama
turnamen tahunan Persija yang dilangsungkan Minggu (11/1) di Stadion
Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
Hasil Juara bersama yang diraih ketiga tim baru pertama kali terjadi di turnamen yang digelar untuk menyambut ulang tahun Persija Jakarta.
Ditentukannya juara bersama, dikarenakan ketiga tim mempunyai poin sama, 3 poin dari 3x45 menit dan ditambah adu penalti.
"Dengan turnamen seperti ini bisa saja juara bersama tapi sekali lagi kami gak melihat kepentingan juara atau tidak juara yang penting progress kedepan di tim ini" - Rahmad Darmawan
"Alhamdulillah kita syukuri, walaupun kemenangan melalui adu penalti. Semua tim gak bisa memasukan bola tapi saya tetap alhamdulillah" -Ismed Sofyan
Pertandingan pertama Trofeo Persija 2015 antara Persija vs Sriwijaya berakhir dengan kemenangan Sriwijaya melalui adu penalti dengan skor 3-5 (0-0), sedangkan di pertandingan kedua Sriwijaya vs Arema berakhir dengan kemenangan Arema melalui adu penalti 4-2 (0-0).
Pertandingan terakhir, Persija vs Arema akhirnya dimenangkan tim Ibukota dengan adu penalti 4-2 (0-0).
Coach RD pun mengaku cukup puas dengan perkembangan para pemain Macan Kemayoran tetapi masih akan memperbaiki lini serang Persija.
"Saya cukup puas dengan perkembangan anak - anak tapi belum cukup puas dengan kekuatan tim terutama dalam organisasi menyerang mungkin itu menjadi PR utama kami" - Rahmad Darmawan.
Hasil Juara bersama yang diraih ketiga tim baru pertama kali terjadi di turnamen yang digelar untuk menyambut ulang tahun Persija Jakarta.
Ditentukannya juara bersama, dikarenakan ketiga tim mempunyai poin sama, 3 poin dari 3x45 menit dan ditambah adu penalti.
"Dengan turnamen seperti ini bisa saja juara bersama tapi sekali lagi kami gak melihat kepentingan juara atau tidak juara yang penting progress kedepan di tim ini" - Rahmad Darmawan
"Alhamdulillah kita syukuri, walaupun kemenangan melalui adu penalti. Semua tim gak bisa memasukan bola tapi saya tetap alhamdulillah" -Ismed Sofyan
Pertandingan pertama Trofeo Persija 2015 antara Persija vs Sriwijaya berakhir dengan kemenangan Sriwijaya melalui adu penalti dengan skor 3-5 (0-0), sedangkan di pertandingan kedua Sriwijaya vs Arema berakhir dengan kemenangan Arema melalui adu penalti 4-2 (0-0).
Pertandingan terakhir, Persija vs Arema akhirnya dimenangkan tim Ibukota dengan adu penalti 4-2 (0-0).
Coach RD pun mengaku cukup puas dengan perkembangan para pemain Macan Kemayoran tetapi masih akan memperbaiki lini serang Persija.
"Saya cukup puas dengan perkembangan anak - anak tapi belum cukup puas dengan kekuatan tim terutama dalam organisasi menyerang mungkin itu menjadi PR utama kami" - Rahmad Darmawan.
Persija Jakarta mengatasi Cilegon United 3-0 dalam laga uji coba, Rabu (14/1) di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.
3 gol Macan Kemayoran di cetak oleh Adam Alis, Andro (pemain seleksi) dan Novri Setiawan. Di pertandingan yang memakai sistem waktu 3x30 menit, Persija menurunkan dua tim dan memberi kesempatan bermain lebih lama untuk pemain muda.
Coach Rahmad Darmawan mengaku puas dengan penampilan pemain nya. RD menganggap anak asuh nya bermain dengan semangat walaupun masih kurang tenang dalam penguasaan bola.
"Saya puas melihat penampilan anak - anak muda kita di babak 1 dan ke 2 memiliki semangat yang bagus, mungkin hanya kurang mengendalikan bola" - Rahmad Darmawan
RD juga menilai pemain muda Persija Adam Alis, bermain sangat baik. Adam mencetak 1 gol dan 1 assist pada laga uji coba tersebut.
"Saya rasa Adam Alis bermain baik untuk hari ini, saya tidak menjamin dia masuk tim inti karena latihan masih panjang tapi saya akan pantau kemampuan dia" - Tambah RD
"Alhamdulillah saya bisa membuktikan walaupun bermain hanya 60 menit, saya senang mencetak gol pertama di Persija walaupun hanya ujicoba dan saya akan terus berusaha dan semangat disini agar bisa masuk tim inti" - Adam Alis
3 gol Macan Kemayoran di cetak oleh Adam Alis, Andro (pemain seleksi) dan Novri Setiawan. Di pertandingan yang memakai sistem waktu 3x30 menit, Persija menurunkan dua tim dan memberi kesempatan bermain lebih lama untuk pemain muda.
Coach Rahmad Darmawan mengaku puas dengan penampilan pemain nya. RD menganggap anak asuh nya bermain dengan semangat walaupun masih kurang tenang dalam penguasaan bola.
"Saya puas melihat penampilan anak - anak muda kita di babak 1 dan ke 2 memiliki semangat yang bagus, mungkin hanya kurang mengendalikan bola" - Rahmad Darmawan
RD juga menilai pemain muda Persija Adam Alis, bermain sangat baik. Adam mencetak 1 gol dan 1 assist pada laga uji coba tersebut.
"Saya rasa Adam Alis bermain baik untuk hari ini, saya tidak menjamin dia masuk tim inti karena latihan masih panjang tapi saya akan pantau kemampuan dia" - Tambah RD
"Alhamdulillah saya bisa membuktikan walaupun bermain hanya 60 menit, saya senang mencetak gol pertama di Persija walaupun hanya ujicoba dan saya akan terus berusaha dan semangat disini agar bisa masuk tim inti" - Adam Alis
Tim Ibukota Persija Jakarta resmi mendapatkan pemain naturalisasi,
Stefano Lilipaly. Penandatanganan kontrak pemain yang pernah bermain di
FC Utrech di Liga Belanda ini dilakukan Selasa (13/1) di Kantor Persija
Jakarta.
"Kami sudah resmi mengikat Stefano untuk gabung ke Persija, kehadiran Stefano di Persija menambah aroma target yang kami incar, menjadi juara ISL musim depan" - Ujar Ferry Paulus, Presiden Klub Persija Jakarta
Pemain yang musim lalu bermain di klub Consodole Sapporo (Jepang) tersebut di kontrak oleh Persija selama 1 musim. Fano, Sapaan akrab Lilipaly akan memakai Jersey nomer 9 di Skuad Macan Kemayoran.
Stefano Lilipaly pun mengungkapkan alasan memilih Persija Jakarta sebagai klub pertamanya di Indonesia.
"Saya pikir Persija klub besar di Indonesia, saya pernah bermain untuk Timnas Indonesia, disana saya melihat Persija merupakan klub yang sangat bagus" - Stefano Lilipaly
Pemain yang menyukai nasi goreng ini berjanji akan memberikan penampilan terbaik nya di Persija dan membantu Persija meraih target juara di musim depan.
"Saya sudah disini, saya akan bermain baik disini dan membantu menjuarai liga bersama yang lain" tambahnya.
"Kami sudah resmi mengikat Stefano untuk gabung ke Persija, kehadiran Stefano di Persija menambah aroma target yang kami incar, menjadi juara ISL musim depan" - Ujar Ferry Paulus, Presiden Klub Persija Jakarta
Pemain yang musim lalu bermain di klub Consodole Sapporo (Jepang) tersebut di kontrak oleh Persija selama 1 musim. Fano, Sapaan akrab Lilipaly akan memakai Jersey nomer 9 di Skuad Macan Kemayoran.
Stefano Lilipaly pun mengungkapkan alasan memilih Persija Jakarta sebagai klub pertamanya di Indonesia.
"Saya pikir Persija klub besar di Indonesia, saya pernah bermain untuk Timnas Indonesia, disana saya melihat Persija merupakan klub yang sangat bagus" - Stefano Lilipaly
Pemain yang menyukai nasi goreng ini berjanji akan memberikan penampilan terbaik nya di Persija dan membantu Persija meraih target juara di musim depan.
"Saya sudah disini, saya akan bermain baik disini dan membantu menjuarai liga bersama yang lain" tambahnya.
Selesai sudah seleksi pemain asing di kubu Macan Kemayoran untuk mengisi slot di lini belakang Persija.
Rabu (14/1), Persija Jakarta resmi menggaet Alan Emanuel Aciar, bek tengah asal Argentina.
Alan Aciar merupakan pemain asing terakhir yang didatangkan tim Ibukota untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Keputusan di rekrutnya Alan selepas Persija melakoni ujicoba vs Cilegon United, di Jakarta.
"Alan sudah kita kontrak selama 1 musim, dan kita harapkan dapat menjadi kunci di tembok pertahanan Persija." - Ferry Paulus.
Alan Aciar telah teruji kualitasnya ketika Trofeo Persija 2015. Alan dinilai sangat efektif di jantung pertahanan Macan Kemayoran ditambah pintar memotong pergerakan bola dari lawan.
Alan Aciar langsung diboyong Coach Rahmad Darmawan untuk mengikuti Turnamen Pra Musim SCM Cup 2015 di Padang. Saat ini Persija sudah di isi oleh 3 pemain asing yakni Evgeny Kabaev, Martin Vunk dan Alan Emanuel Aciar.
Alan Aciar akan menggunakan nomor punggung 52 di kompetisi musim depan.
Rabu (14/1), Persija Jakarta resmi menggaet Alan Emanuel Aciar, bek tengah asal Argentina.
Alan Aciar merupakan pemain asing terakhir yang didatangkan tim Ibukota untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Keputusan di rekrutnya Alan selepas Persija melakoni ujicoba vs Cilegon United, di Jakarta.
"Alan sudah kita kontrak selama 1 musim, dan kita harapkan dapat menjadi kunci di tembok pertahanan Persija." - Ferry Paulus.
Alan Aciar telah teruji kualitasnya ketika Trofeo Persija 2015. Alan dinilai sangat efektif di jantung pertahanan Macan Kemayoran ditambah pintar memotong pergerakan bola dari lawan.
Alan Aciar langsung diboyong Coach Rahmad Darmawan untuk mengikuti Turnamen Pra Musim SCM Cup 2015 di Padang. Saat ini Persija sudah di isi oleh 3 pemain asing yakni Evgeny Kabaev, Martin Vunk dan Alan Emanuel Aciar.
Alan Aciar akan menggunakan nomor punggung 52 di kompetisi musim depan.
Macan Kemayoran kembali mendatangkan pemain yang berposisi di bek
tengah. Kamis (15/1) secara resmi Gunawan Dwi Cahyo di kontrak 1 musim
di kantor Persija, Jakarta.
"Kita sudah resmi mengikat dia. Gunawan merupakan bekas pemain nasional artinya performa dia juga nasional dan itu kita butuhkan di tim kita, kita kontrak dia 1 musim di Persija" - Asher Siregar, Wakil Presiden Klub Persija Jakarta.
Sebelumnya Gunawan Dwi Cahyo sempat mengikuti seleksi di Persija Jakarta. Pemain yang musim lalu bermain untuk Mitra Kukar tersebut akan menggunakan nomer punggung 89 di Persija.
"Dia ikut trial waktu itu bersama kita, RD merasa cocok sama dia jadi kita kembali hubungi dia, di Persija akan menggunakan nomer 89" - Tambah Asher.
Gunawan sendiri mengaku senang bisa bergabung ke Persija, dia juga melihat Persija merupakan tim besar di Indonesia dan tidak sabar merasakan atmosfer dari The Jakmania.
"Persija tim besar. Saya senang datang kesini, saya tahu tim ini mempunyai target juara jadi saya menargetkan juara di hati saya" - Gunawan Dwi Cahyo
"Suporter Persija sangat Fanatik, saya kemarin datang ketika Trofeo Persija dan disana Jakmania membuat para pemain semangat, itu yang saya tunggu" - Ujar Gunawan
Pemain yang pernah memperkuat timnas Indonesia U23 ini akan menyusul skuad Macan Kemayoran ke Padang untuk mengikuti Turnamen SCM Cup 2015.
"Kita sudah resmi mengikat dia. Gunawan merupakan bekas pemain nasional artinya performa dia juga nasional dan itu kita butuhkan di tim kita, kita kontrak dia 1 musim di Persija" - Asher Siregar, Wakil Presiden Klub Persija Jakarta.
Sebelumnya Gunawan Dwi Cahyo sempat mengikuti seleksi di Persija Jakarta. Pemain yang musim lalu bermain untuk Mitra Kukar tersebut akan menggunakan nomer punggung 89 di Persija.
"Dia ikut trial waktu itu bersama kita, RD merasa cocok sama dia jadi kita kembali hubungi dia, di Persija akan menggunakan nomer 89" - Tambah Asher.
Gunawan sendiri mengaku senang bisa bergabung ke Persija, dia juga melihat Persija merupakan tim besar di Indonesia dan tidak sabar merasakan atmosfer dari The Jakmania.
"Persija tim besar. Saya senang datang kesini, saya tahu tim ini mempunyai target juara jadi saya menargetkan juara di hati saya" - Gunawan Dwi Cahyo
"Suporter Persija sangat Fanatik, saya kemarin datang ketika Trofeo Persija dan disana Jakmania membuat para pemain semangat, itu yang saya tunggu" - Ujar Gunawan
Pemain yang pernah memperkuat timnas Indonesia U23 ini akan menyusul skuad Macan Kemayoran ke Padang untuk mengikuti Turnamen SCM Cup 2015.
Popular posts
-
JakOnline – Di setiap akhir tahun, atau tepatnya di bulan Desember, organisasi suporter Persija The Jakmania selalu disibukan dengan be...
-
Informasi pribadi Nama lengkap Feri Komul Tanggal lahir 1 Maret 1987 (umur 27) Tempat lahir Lhokseumawe , Indonesia Ti...
-
JakOnline – Setelah sempat mengelar latihan 4 hari (23-27 Juni) Persija kembali meliburkan armadanya. Latihan di bulan Ramadhan diagend...
-
JakOnline - Ajax Amsterdam berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-0 lewat gol yang di...
-
JakOnline - Persija Jakarta bertekad melampiaskan ambisinya yang hanya meraih satu poin dari tur Jawa Timur. Oleh karenanya, saat menjam...
-
JakOnline- Kontra Persita Tangerang (12/6) di Stadion Sultan Agung Bantul, Macan Kemayoran julukan Persija Jakarta mengamuk. Laga terak...
-
Informasi pribadi Nama lengkap Fabiano Da Rosa Beltrame Tanggal lahir 29 Agustus 1982 (umur 31) Tempat lahir Foz do Igua...
-
Ivan Bošnjak ( pengucapan bahasa Serbo-Kroasia: [ˈiʋan ˈbɔʃɲak] , (lahir 6 Juni 1979 ; umur 34 tahun) adalah seorang pemain sepak bo...
-
Tim Ibukota Persija Jakarta resmi mendapatkan pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly. Penandatanganan kontrak pemain yang pernah bermain d...
-
JakOnline - 22 Juni, Kota Jakarta akan merayakan hari kelahirannya. Sudah tidak muda lagi, namun begitu banyak kisah dan cerita telah t...













