JakOnline- Bentrok dengan Persita U-21 (30/5) di
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija berhasil menghempaskan Laskar
Muda Cisadane dengan skor 2-0. Gol yan dilesahkan oleh 2 pemain yang
juga bergabung dengan tim senior masing masing Gilbert dan Abduh
Lestaluhu.
Kontra Persita U-21 dalam gelaran kompetisi ISL U-21 2014 putaran kedua, Persija menjamu Persita di SUGBK. Sebelum pertandingan digelar Persija U-21 duduk di posisi 3 klasemen sementara. Kemenangan kontra Persita U-21 menjadi harga mati bagi Young Tigers. Pasalnya laga hari ini menjadi nasib Persija U-21 lolos atau tidak ke babak berikutnya.
Gol pertama lahir ketika bola yang menyentuh tangan pemain belakang Persita U-21 di dalam kotak pinalti membuat Persija U-21 mendapat hadiah pinalti dimenit 55’. Tak mau berlama lama, Gilbert sebagai eksekutor tidak mau membuang buang kesempatan dan merubah skor menjadi 1-0.
Serangan demi serangan dilancarkan pemain asuhan Blitz. Masuknya Hadi Wibowo yang menggantikan sang kapten Farid Ridwan dilakukan Blitz untuk menambah tenaga baru dilini depan. Terbukti masuknya Bowo sapaan akrab Hadi Wibowo sering sekali merepotkan barisan belakang Persita. Dimenit 87 Hadi Wibowo dihentikan pergerakannya dengan Tackling didalam kotak terlarang. Abduh yang mendapat kesempatan sebagai algojo merubah skor menjadi 2-0 untuk Persija yang sekaligus memastikan tiga poin dan lolos kebabak selanjutnya.
“Kemenangan ini mengantarkan kita ke babak berikutnya. Kalau buat saya main normal saja tapi mental anak anak kan masih jiwa muda. Menganggap laga ini laga balas dendam. 2 gol yang tercipta bisa kita lihat murni pelanggaran” tutur Blitz saat ditemui seusai pertandingan
Di pertandingan terakhir grup, walaupun hasil apapun sudah tidak menentukan, Persija U-21 akan melakoni partai tandang ke Bantul 2/6 menghadapi Persiba Bantul U-21.
Penulis : Dewa
Editor : Zani
Kontra Persita U-21 dalam gelaran kompetisi ISL U-21 2014 putaran kedua, Persija menjamu Persita di SUGBK. Sebelum pertandingan digelar Persija U-21 duduk di posisi 3 klasemen sementara. Kemenangan kontra Persita U-21 menjadi harga mati bagi Young Tigers. Pasalnya laga hari ini menjadi nasib Persija U-21 lolos atau tidak ke babak berikutnya.
Gol pertama lahir ketika bola yang menyentuh tangan pemain belakang Persita U-21 di dalam kotak pinalti membuat Persija U-21 mendapat hadiah pinalti dimenit 55’. Tak mau berlama lama, Gilbert sebagai eksekutor tidak mau membuang buang kesempatan dan merubah skor menjadi 1-0.
Serangan demi serangan dilancarkan pemain asuhan Blitz. Masuknya Hadi Wibowo yang menggantikan sang kapten Farid Ridwan dilakukan Blitz untuk menambah tenaga baru dilini depan. Terbukti masuknya Bowo sapaan akrab Hadi Wibowo sering sekali merepotkan barisan belakang Persita. Dimenit 87 Hadi Wibowo dihentikan pergerakannya dengan Tackling didalam kotak terlarang. Abduh yang mendapat kesempatan sebagai algojo merubah skor menjadi 2-0 untuk Persija yang sekaligus memastikan tiga poin dan lolos kebabak selanjutnya.
“Kemenangan ini mengantarkan kita ke babak berikutnya. Kalau buat saya main normal saja tapi mental anak anak kan masih jiwa muda. Menganggap laga ini laga balas dendam. 2 gol yang tercipta bisa kita lihat murni pelanggaran” tutur Blitz saat ditemui seusai pertandingan
Di pertandingan terakhir grup, walaupun hasil apapun sudah tidak menentukan, Persija U-21 akan melakoni partai tandang ke Bantul 2/6 menghadapi Persiba Bantul U-21.
Penulis : Dewa
Editor : Zani
JakOnline - Selalu ada yang terlupakan dalam setiap
perjalanan. Arti pentingnya terkadang kalah dengan sebuah kebesaran
nama dan peran orang lain. Perannya dalam setiap laga cukup sulit namun
namanya kalah berkelas dengan beberapa nama punggawa Macan lainnya.
Kurus bahkan terbilang “ceking” (seperti yang orang betawi bilang) jika melihat perawakannya. Namun ia kerap kali mampu berduel dengan para pemain lawan lainnya, yang notabene merupakan pemain asing. Posisinya memaksanya berhadapan dengan pemain asing yang berkualitas dan terbilang mahal, namun ia mampu meredam itu semua.
Orang ini kerap kali gagal menjadi perbincangan utama dalam sebuah obrolan para penggemar Macan Kemayoran. Namun dirinyalah yang mampu bermain full 90 menit selama pertandingan Persija musim ini. Tak ada yang mampu menggantikan posisinya. Perkembangannya yang selalu positif membuat dirinya dipercaya oleh Benny Dollo dalam posisi tersebut. Dirinya seakan bermain dengan bangga dan sepenuh hati untuk Persija.
Pria kelahiran Jakarta 29 tahun lalu ini perlu diacungi jempol kontribusinya musim ini. Tak pernah tergantikan dan mampu menjadi penyeimbang di semua lini permainan Persija membuatnya semakin matang dalam bermain. Ia pun memiliki kemampuan bukan hanya di lini tengah Macan Kemayoran, dirinya juga dapat bermain diposisi bek kiri dan kanan. Kelebihannya inilah yang kadang sangat membantu Persija di saat kondisi pemain lainnya kurang optimal untuk bermain. Satu pemain Persija yang memiliki kelebihan dibanding dengan pemain lainnya.
Terakhir ia kembali bermain 90 menit saat membela Persija melawan Arema Crounus 18/5, di Malang. Membela Persija sejak tahun 2010 namanya kerap kali menghiasi line up pemain Persija. Posisi-posisi kelebihannya tersebut pernah ia perankan untuk sebuah laga yang menentukan. Lambang Monas di dada seakan menyatu dalam darah dagingnya. Membela sebuah klub yang sama dengan tanah kelahiran merupakan sebuah kenikmatan tersendiri bagi seorang pemain, dan dirinya dapat memperlihatkan itu semua.
Amarzukih “Pitung” yang terus mengawal langkah Macan dalam semua pertandingan. Bermain penuh dengan bangga membela Persija. Anak Betawi yang “kecil” namun mampu bermain maksimal bersama pemain besar lainnya dalam membela dan menjaga nama baik Persija.
Satu apresiasi yang perlu kita berikan kepadanya yang kerap kali terlupakan dalam sebuah perbincangan ketika membicarakan Macan Kemayoran. Tetaplah bersahaja, sederhana, baik itu didalam maupun diluar lapangan, sampai nanti mungkin mengakhiri karir di tim tempat kelahiran dirimu. Persija Jakarta. (@ojiwae-JO)
Kurus bahkan terbilang “ceking” (seperti yang orang betawi bilang) jika melihat perawakannya. Namun ia kerap kali mampu berduel dengan para pemain lawan lainnya, yang notabene merupakan pemain asing. Posisinya memaksanya berhadapan dengan pemain asing yang berkualitas dan terbilang mahal, namun ia mampu meredam itu semua.
Orang ini kerap kali gagal menjadi perbincangan utama dalam sebuah obrolan para penggemar Macan Kemayoran. Namun dirinyalah yang mampu bermain full 90 menit selama pertandingan Persija musim ini. Tak ada yang mampu menggantikan posisinya. Perkembangannya yang selalu positif membuat dirinya dipercaya oleh Benny Dollo dalam posisi tersebut. Dirinya seakan bermain dengan bangga dan sepenuh hati untuk Persija.
Pria kelahiran Jakarta 29 tahun lalu ini perlu diacungi jempol kontribusinya musim ini. Tak pernah tergantikan dan mampu menjadi penyeimbang di semua lini permainan Persija membuatnya semakin matang dalam bermain. Ia pun memiliki kemampuan bukan hanya di lini tengah Macan Kemayoran, dirinya juga dapat bermain diposisi bek kiri dan kanan. Kelebihannya inilah yang kadang sangat membantu Persija di saat kondisi pemain lainnya kurang optimal untuk bermain. Satu pemain Persija yang memiliki kelebihan dibanding dengan pemain lainnya.
Terakhir ia kembali bermain 90 menit saat membela Persija melawan Arema Crounus 18/5, di Malang. Membela Persija sejak tahun 2010 namanya kerap kali menghiasi line up pemain Persija. Posisi-posisi kelebihannya tersebut pernah ia perankan untuk sebuah laga yang menentukan. Lambang Monas di dada seakan menyatu dalam darah dagingnya. Membela sebuah klub yang sama dengan tanah kelahiran merupakan sebuah kenikmatan tersendiri bagi seorang pemain, dan dirinya dapat memperlihatkan itu semua.
Amarzukih “Pitung” yang terus mengawal langkah Macan dalam semua pertandingan. Bermain penuh dengan bangga membela Persija. Anak Betawi yang “kecil” namun mampu bermain maksimal bersama pemain besar lainnya dalam membela dan menjaga nama baik Persija.
Satu apresiasi yang perlu kita berikan kepadanya yang kerap kali terlupakan dalam sebuah perbincangan ketika membicarakan Macan Kemayoran. Tetaplah bersahaja, sederhana, baik itu didalam maupun diluar lapangan, sampai nanti mungkin mengakhiri karir di tim tempat kelahiran dirimu. Persija Jakarta. (@ojiwae-JO)
JakOnline- Selalu ada kesenangan dan kesedihan dalam
suatu suasana. Perannya di beberapa pertandingan terakhir sangat
menawan. Namanya belakanan ini sering dibincangkan dalam sebuah media.
Gol golnya yang menawan yang membuat Tim meraih poin penuh.
Pae sapaan akrab Viktor Pae menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Dengan melesakan 1 gol pada putaran pertama sekaligus menyelamatkan Persija dari kekalahan saat melawan Gresik United. Ketika Persija menjamu Persijap (26/5) di Stadion Utama Gelora Bung Karno dia menggila. Dengan melesahkan 2 gol kegawang Persijap, Pae menjadi sorotan. Pria asli tanah Papua ini juga terkenal dengan candaannya ketika berbincang maupun latihan. Meskipun membuat pemain lain tertawa atau membuat penonton ketawa disaat latihan, Pae bisa membuktikan kepada Tim. Permainannya belakangan ini sering dipercaya oleh Head Coach Benny Dolo sebagai pilihan utama. Berposisi Bek dan sering dimaikan sebagai gelandang sering merepotkan pemain lawan kewalahan.
Pria kelahiran Jayapura, 7 Februari 1986 ini sudah lalu lalang dalam kancah sepak bola Indonesia. Mengawali Karir di Perseman Manokwari pada tahun 2008 membuat pria bertinggi 172 cm sering dilirik tim tim ISL. Selanjutnya Pae mendapat tawaran dari Persidafon lalu kemudian bergabung dengan Mutiara Hitam. Pada musim kompetisi 2013/2014 Pae diboyong ke kandang Macan Kemayoran.
Dimasa kecilnya Pae sering melakukan pekerjaan apa saja demi menghasilkan rupiah untuk membiyai sekolahnya. Dia juga pernah bekerja sebagai kondektur, kernet angkutan di Jayapura. Pae juga pernah Sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) di Jayapura. Pemain bernomor punggung 23 di Persija ini mengambil ilmu keperawatan dan menggeluti olahraga Basket. Pae pernah bekerja sebagai perawat di RSUD Abepura. Dia mendapat tawaran sebagai pemain bola dari tim Persipare Makkasar sebagai pemain walau dia masih menjabat sebagai perawat di RSUD Abepura. Karirnya di Persipare hanya bertahan seumur jagung. Tidak lama dia pindah ke Cendrawsih Muda Manokwari. Pae juga pernah bermain di Persidafon setelah bermain untuk kesebelasan Cendrawasih Muda.
Pria berusia 28 tahun ini sudah mencetak 3 gol di ISL 2014 untuk tim kebanggan Ibu Kota. Nama Pae memang jarang masuk posisi utama Persija. Baru-baru ini saja Pae dipercaya untuk bermain dalam posisi utama. Pae membuktikan kepada Head Coach kualitas dirinya dengan membuat 3 gol untuk Persija. Pemain dari tanah papua ini terkenal Jenaka lambat laun mulai menarik hati The Jakmania dengan segala kemampuan yang sudah ditunjukannya.
Penulis : Dewa Editor : Zani Data diolah dari Harian Jawa Pos.
Pae sapaan akrab Viktor Pae menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Dengan melesakan 1 gol pada putaran pertama sekaligus menyelamatkan Persija dari kekalahan saat melawan Gresik United. Ketika Persija menjamu Persijap (26/5) di Stadion Utama Gelora Bung Karno dia menggila. Dengan melesahkan 2 gol kegawang Persijap, Pae menjadi sorotan. Pria asli tanah Papua ini juga terkenal dengan candaannya ketika berbincang maupun latihan. Meskipun membuat pemain lain tertawa atau membuat penonton ketawa disaat latihan, Pae bisa membuktikan kepada Tim. Permainannya belakangan ini sering dipercaya oleh Head Coach Benny Dolo sebagai pilihan utama. Berposisi Bek dan sering dimaikan sebagai gelandang sering merepotkan pemain lawan kewalahan.
Pria kelahiran Jayapura, 7 Februari 1986 ini sudah lalu lalang dalam kancah sepak bola Indonesia. Mengawali Karir di Perseman Manokwari pada tahun 2008 membuat pria bertinggi 172 cm sering dilirik tim tim ISL. Selanjutnya Pae mendapat tawaran dari Persidafon lalu kemudian bergabung dengan Mutiara Hitam. Pada musim kompetisi 2013/2014 Pae diboyong ke kandang Macan Kemayoran.
Dimasa kecilnya Pae sering melakukan pekerjaan apa saja demi menghasilkan rupiah untuk membiyai sekolahnya. Dia juga pernah bekerja sebagai kondektur, kernet angkutan di Jayapura. Pae juga pernah Sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) di Jayapura. Pemain bernomor punggung 23 di Persija ini mengambil ilmu keperawatan dan menggeluti olahraga Basket. Pae pernah bekerja sebagai perawat di RSUD Abepura. Dia mendapat tawaran sebagai pemain bola dari tim Persipare Makkasar sebagai pemain walau dia masih menjabat sebagai perawat di RSUD Abepura. Karirnya di Persipare hanya bertahan seumur jagung. Tidak lama dia pindah ke Cendrawsih Muda Manokwari. Pae juga pernah bermain di Persidafon setelah bermain untuk kesebelasan Cendrawasih Muda.
Pria berusia 28 tahun ini sudah mencetak 3 gol di ISL 2014 untuk tim kebanggan Ibu Kota. Nama Pae memang jarang masuk posisi utama Persija. Baru-baru ini saja Pae dipercaya untuk bermain dalam posisi utama. Pae membuktikan kepada Head Coach kualitas dirinya dengan membuat 3 gol untuk Persija. Pemain dari tanah papua ini terkenal Jenaka lambat laun mulai menarik hati The Jakmania dengan segala kemampuan yang sudah ditunjukannya.
Penulis : Dewa Editor : Zani Data diolah dari Harian Jawa Pos.
JakOnline - Hari ini 20/5 PT Liga Indonesia merilis
jumlah penonton yang menyaksikan laga-laga ISL selama putaran pertama
berlangsung. Di wilayah Barat penonton yang hadir ke stadion mencapai
563.315 penonton. Selain itu, rilisan resmi ini juga mengeluarkan fakta
bahwa The Jakmania menjadi penonton terbanyak yang hadir langsung
mendukung Persija Jakarta. Sekitar 114.131 Jakmania hadir di stadion
pada putaran pertama ini.
Sungguh sangat membanggakan bagi Jakmania yang mendukung Persija musim ini. Tak mengenal lelah, tak peduli siang ataupun malam, tak peduli hujan dan panas, Jakmania membuktikan diri bahwa dirinya supporter fanatik dalam mendukung Persija.
Tak mudah sebenarnya mendukung Persija Jakarta langsung di stadion meskipun di Jakarta sendiri. Musim lalu saja, Persija kerap kali gagal menggelar laga kandang di Jakarta karena tidak mendapatkan ijin keramaian dari pihak Kepolisian. Ini menjadi sebuah kerugian tersendiri bagi Persija dan Jakmania.
Selain itu, Persija yang merupakan tim besar dan bersejarah bagi persepakbolaan tanah air kerap kali dirundung masalah. Kita kembali teringat akan perkataan Plato, bahwa “alle grosse steht in sturm”, semua yang besar terguncang-guncang. Kebesaran Persija beberapa tahun ini mengalami guncangan yang lumayan besar.
Masih segar dalam ingatan terjadinya kasus dualisme dalam pengurus Persija membuat tim Macan Kemayoran sempat sedikit mengalami guncangan. Djohar Arifin selaku ketua umum PSSI kala itu hanya mengakui Persija versi Hadi Basamalah. Padahal sesungguhnya yang mendapatkan mandat langsung dari internal Persija Jakarta menjadi Ketua Umum Persija ialah Ferry Paulus. Sebelum akhirnya lewat jalur hukum terbukti siapa yang berhak atas tim dengan satu bintang didada ini.
Masalah tak berhenti, nyatanya pada musim ini Persija Jakarta meski kehilangan ikon utamanya yang selama ini menjadi pujaan Jakmania, yakni Bambang Pamungkas yang hijrah ke Pelita Bandung Raya. Kekecewaan sempat terjadi pada diri Jakmania terhadap manajemen karena lambat menyelesaikan masalahnya dengan Bepe.
Namun, keguncangan dan filsafatnya Plato tidak sampai menimbulkan kehancuran pada Persija. Masalah demi masalah yang menghinggapi tak menyurutkan semangat Jakmania hadir ke stadion memberikan dukungannya kepada Persija. Ini terbukti dengan rilisan resmi dari PT Liga Indonesia yang terdapat dalam paragraph pertama tulisan ini. Sungguh luar biasa kecintaan Jakmania terhadap Persija.
Jakmania tetap fokus mendukung Persija meskipun masalah kerap kali menimpa. Inilah yang patut untuk terus dipertahankan oleh Jakmania. Mereka terkadang berani memprotes kebijakan klub yang lambat dalam membangun Persija, namun mereka selalu ada untuk terus mendukung Persija dalam keadaan bagaimanapun, baik itu pada kondisi baik maupun buruk. (@ojiwae/JO)
Sungguh sangat membanggakan bagi Jakmania yang mendukung Persija musim ini. Tak mengenal lelah, tak peduli siang ataupun malam, tak peduli hujan dan panas, Jakmania membuktikan diri bahwa dirinya supporter fanatik dalam mendukung Persija.
Tak mudah sebenarnya mendukung Persija Jakarta langsung di stadion meskipun di Jakarta sendiri. Musim lalu saja, Persija kerap kali gagal menggelar laga kandang di Jakarta karena tidak mendapatkan ijin keramaian dari pihak Kepolisian. Ini menjadi sebuah kerugian tersendiri bagi Persija dan Jakmania.
Selain itu, Persija yang merupakan tim besar dan bersejarah bagi persepakbolaan tanah air kerap kali dirundung masalah. Kita kembali teringat akan perkataan Plato, bahwa “alle grosse steht in sturm”, semua yang besar terguncang-guncang. Kebesaran Persija beberapa tahun ini mengalami guncangan yang lumayan besar.
Masih segar dalam ingatan terjadinya kasus dualisme dalam pengurus Persija membuat tim Macan Kemayoran sempat sedikit mengalami guncangan. Djohar Arifin selaku ketua umum PSSI kala itu hanya mengakui Persija versi Hadi Basamalah. Padahal sesungguhnya yang mendapatkan mandat langsung dari internal Persija Jakarta menjadi Ketua Umum Persija ialah Ferry Paulus. Sebelum akhirnya lewat jalur hukum terbukti siapa yang berhak atas tim dengan satu bintang didada ini.
Masalah tak berhenti, nyatanya pada musim ini Persija Jakarta meski kehilangan ikon utamanya yang selama ini menjadi pujaan Jakmania, yakni Bambang Pamungkas yang hijrah ke Pelita Bandung Raya. Kekecewaan sempat terjadi pada diri Jakmania terhadap manajemen karena lambat menyelesaikan masalahnya dengan Bepe.
Namun, keguncangan dan filsafatnya Plato tidak sampai menimbulkan kehancuran pada Persija. Masalah demi masalah yang menghinggapi tak menyurutkan semangat Jakmania hadir ke stadion memberikan dukungannya kepada Persija. Ini terbukti dengan rilisan resmi dari PT Liga Indonesia yang terdapat dalam paragraph pertama tulisan ini. Sungguh luar biasa kecintaan Jakmania terhadap Persija.
Jakmania tetap fokus mendukung Persija meskipun masalah kerap kali menimpa. Inilah yang patut untuk terus dipertahankan oleh Jakmania. Mereka terkadang berani memprotes kebijakan klub yang lambat dalam membangun Persija, namun mereka selalu ada untuk terus mendukung Persija dalam keadaan bagaimanapun, baik itu pada kondisi baik maupun buruk. (@ojiwae/JO)
Setelah mengalami kekalahan pada laga tandang melawan Persik Kediri lalu, Pelatih Persija Jakarta optimis memenangkan pertandingan kandang pada Jum’at besok (30/05).
“Cara mengalahkan Persik Kediri dengan mengatasi kelebihan mereka,” Ucap Benny Dolo.
Kondisi fisik seluruh pemain dalam keadaan baik, semua siap diturukan dalam laga kali ini. Menurutnya untuk laga kali ini konsentrasi seluruh pemain sangat dibutuhkan. Belum bisa dipastikan siapa saja yang akan diturunkan pada laga esok hari.
“Jika kita menang pada laga kali ini, akan memudahkan kita menuju babak delapan besar mendatang. Penting untuk meraih poin, apalagi ini menjadi laga kandang terakhir sebelum libur panjang.”
Sedangkan mengenai keputusan penambahan pemain asing atau tidak, manajemen pelatih akan terus mengamati perkembangan dan berkoordinasi dengan manajemen klub.
“Setelah satu sudah resmi bergabung (Foday), kekuatan kita pasti bertambah dan skema yang saya buat sejauh ini cukup berjalan. Tentang komentar mengenai pemain asing, kita tunggu saja laga (vs Persik) ini,” ujar Benny Dolo.
PERSIJA JAKARTA vs Persik Kediri
Stadion Utama Gelora Bung Karno
Jumat, 30 Mei 2014
Kickoff: 19.00 WIB
JAKARTA – Persaingan lolos babak
penyisihan grup kompetisi Indonesia
Super League semakin sengit. Persija yang
kini berada di peringkat empat, bisa saja
terus melorot jika tak mampu bersaing
ketat.
Untungnya, Macan Kemayoran, julukan
Persija, sudah dapatkan dua amunisi baru,
Boakay Eddie Foday dan Agus Salim.
Kehadiran dua penyerang ini membaut
pemain paling senior Persija Ismed Sofyan,
optimis tim Ibu Kota akan melanggeng ke
putaran berikutnya.
"Kehadiran Boakay dan Agus membuat
kami lebih hidup. Persaingan zona Barat
semakin ketat. Kami harus menganggap
semua laga sebagai partai final. Kami
optimis bisa mencapai posisi empat besar
dengan komposisi pemain seperti saat ini,"
jelas Ismed kepada INDOPOS.
"Arema sementara memimpin, sedang
kami dan semen padang, persib
bersaingan. Ada juga PBR dan sriwijaya FC
yang bisa menyodok. Kami harus terus
bertempur sebaik mungkin. Semua partai
harus kami menangkan untuk bisa capai
target empat besar," sambung Ismed.
Pemilik nomor punggung 14 ini pun
menambahkan bahwa dirinya semakin
termotivasi. Lini tengah Persija ia anggap
semakin padu sehingga kinerjanya di sisi
sayap juga efektif. "Lini tengah kami
semakin membaik. Jika lini tengah baik,
maka sisi sayap akan lebih leluasa
melakukan tusukan," terang pemain asal
Nanggore Aceh Darussalam itu.
penyisihan grup kompetisi Indonesia
Super League semakin sengit. Persija yang
kini berada di peringkat empat, bisa saja
terus melorot jika tak mampu bersaing
ketat.
Untungnya, Macan Kemayoran, julukan
Persija, sudah dapatkan dua amunisi baru,
Boakay Eddie Foday dan Agus Salim.
Kehadiran dua penyerang ini membaut
pemain paling senior Persija Ismed Sofyan,
optimis tim Ibu Kota akan melanggeng ke
putaran berikutnya.
"Kehadiran Boakay dan Agus membuat
kami lebih hidup. Persaingan zona Barat
semakin ketat. Kami harus menganggap
semua laga sebagai partai final. Kami
optimis bisa mencapai posisi empat besar
dengan komposisi pemain seperti saat ini,"
jelas Ismed kepada INDOPOS.
"Arema sementara memimpin, sedang
kami dan semen padang, persib
bersaingan. Ada juga PBR dan sriwijaya FC
yang bisa menyodok. Kami harus terus
bertempur sebaik mungkin. Semua partai
harus kami menangkan untuk bisa capai
target empat besar," sambung Ismed.
Pemilik nomor punggung 14 ini pun
menambahkan bahwa dirinya semakin
termotivasi. Lini tengah Persija ia anggap
semakin padu sehingga kinerjanya di sisi
sayap juga efektif. "Lini tengah kami
semakin membaik. Jika lini tengah baik,
maka sisi sayap akan lebih leluasa
melakukan tusukan," terang pemain asal
Nanggore Aceh Darussalam itu.
Frengky Aruan on May 28 ,2014
Pembangunan Stadion di Jakarta kembali bergaung kencang. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bersuara terkait pendirian stadion megah yang direncanakan berkapasitas 50 ribu tempat duduk itu.
Jokowi, panggilannya menjelaskan bahwa pembangunan dimulai Rabu (28/5). Kick-off ditandai dengan sermonial pemerataan tanah. Jokowi sendiri menaiki kendaraan berat berjenis Loader.
"Saya pastikan pembangunan stadion dimulai. Jangan menunggu dan menunggu. Memang ada dua yang masih menggugat bahwa tanah ini miliknya. Tapi, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pembangunan dimulai," kata Jokowi, Rabu (28/5).
Menurut Jokowi, pembangunan direncanakan rampung hingga dua tahun ke depan. Pembangunan Stadion yang sebelumnya disebut bernamakan BMW (Bersih, Manusiawi, Berwibawa) akan dimulai dengan pematangan tanah.
Pematangan tanah perlu dilakukan mengingat riwayat lokasi pembangunan. Lahan untuk pembangunan stadion sebelumnya merupakan rawa-rawa.
Jokowi menjelaskan bahwa stadion nantinya akan diperuntukkan untuk klub yang berada di Jakarta seperti Persija Jakarta dan Persitara Jakarta Utara. Stadion akan dilengkapi sebuah ruang terbuka hijau.
JakOnline - Awalnya sepakbola Indonesia mendapat angin segar pada beberapa pekan yang lalu. Semangat islah antara The Jakmania pendukung Persija dan Viking beserta Bobotoh pendukung Persib akan terlaksana. Hal ini pun diprakarsai oleh pihak Kepolisian masing-masing wilayah, Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.
Beberapa point penting dalam pertemuan islah di Bogor 11/4 disepakati oleh masing-masing perwakilan kedua supporter tersebut. Yang diantaranya sebagai langkah awal dari hasil mempersilakan The Jak Mania hadir langsung ke Stadion Jalak Harupat untuk mendukung Persija Jakarta melawan tuan rumah Persib Bandung. 11/5
Namun seiring berjalannya waktu bahkan menjelang di hari berlangsungnya pertandingan tanda-tanda yang memperkuat terjadinya islah sepertinya masih sulit terwujud. Apalagi kita harus mengingat, setelah kesepakatan tersebut terjadi, pihak pendukung Persib kerap kali menyanyikan lagu hinaan yang ditujukan untuk The Jakmania di saat Persib berlaga. Ini merupakan sinyal negatif yang selalu ditampakkan oleh pendukung Persib untuk mewujudkan perdamaian setelah sekian lama bermusuhan dengan The Jakmania.
Puncaknya tanggal 8 Mei 2014 saat akan berlangsungnya duel antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Pihak Panpel dari Persib Bandung tidak bersedia menyediakan kuota yang harus diberikan kepada The Jak Mania untuk mendukung Persija di Stadion Jalak Harupat. Namun dengan semangat islah yang kuat dengan mengacu kepada kesepakatan bersama yang dibuat dan disaksikan langsung oleh Polda Metro Jaya dan Polda Jabar, The Jak berangkat ke Bandung sekaligus membawa kecintaannya terhadap Persija untuk selalu mendampingi tim kebanggaannya di mana pun berada. Dari sini sudah dapat terlihat siapa yang benar-benar ingin menjalin perdamaian diantara kedua pendukung tersebut jika melihat pada kesepakatan bersama yang telah di buat.
The Jak pada tanggal 8 Mei mencapai ribuan berduyun-duyun menuju Bandung dengan menggunakan puluhan bus. Namun apa daya, The Jak tidak sampai ke stadion untuk mendukung Persija dan menyalami musuh lamanya untuk menuju sebuah perdamaian. The Jak justru mendapatkan perlakuan tidak baik dengan serbuan dari pihak kepolisian yang berada di wilayah Jawa Barat yang entah mengapa begitu keras sangat berlawanan dengan citranya sebagai pengayom masyarakat. The Jak dihentikan paksa dan bus-bus yang mengangkut mereka dihancurkan kaca-kacanya. Mengapa? Entahlah, namun kronologi seperti apa yang sebenarnya terjadi di sana telah disampaikan sendiri oleh para petinggi The Jakmania yang hadir langsung di tempat kejadian.
Yang menjadi persoalan di mana Kapolda Jawa Barat saat kejadian berlangsung? Apakah tindakan kepolisian tersebut memang secara langsung disiapkan oleh mereka yang berwenang atau tindakan tersebut merupakan sesuatu yang di luar kendali Kapolda Jabar. Semestinya ini tidak terjadi, kita harus menolak lupa, islah yang sedang dibangun oleh The Jakmania ialah merupakan niat awal dari pihak kepolisian. Satu hal lain yang harus diingat, keinginan The Jak hadir di Jalak Harupat merupakan sebuah kesepakatan yang telah disetujui oleh semua pihak yang terlibat dan tentunya juga pihak Kepolisian Jawa Barat. Namun apa daya, cara Kepolisian Jawa Barat membendung kecintaan dan perdamaian The Jak seperti menghadapi kelompok teroris ataupun kelompok yang ingin mengkudeta sebuah Negara. Ini sangat tidak layak dan tidak adil.
Lalu apa hubungannya semua ini dengan “Kenapa Selalu Kami” yang saya jadikan sebuah judul dalam tulisan ini. Satu hal yang sangat mengecewakan bagi The Jak dan semua kalangan yang menginginkan perdamaian ini terjadi ialah komentar Kapolda Jabar yang menyatakan bahwa kericuhan yang terjadi di dalam Tol Cikampek tersebut di awali oleh pihak The Jak itu sendiri. Padahal menurut kesaksian yang diberikan oleh kondektur bus yang disewa oleh The Jak pada salah satu stasiun televisi menyatakan bahwa “Saat perjalanan berlangsung, tiba-tiba banyak polisi yang langsung menyerang dan memecahkan kaca-kaca bus yang membawa rombongan.” Ini sangat berlawanan sekali. The Jak selalu di pojokkan dan akan selalu dibuatkan opini negatif yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Pemberian pandangan yang negatif tentang The Jakmania pun kerap kali dilakukan oleh media-media massa. Contohnya pada saat kejadian, kejadian tersebut diberitakan dengan judul yang sangat mengesankan citra negatif The Jak Mania sebagai supporter Persija. “Blokir Tol, Blokade Tol, Menciptakan Kerusuhan di dalam Tol” merupakan frame utama dari media massa untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai sebuah berita. Media massa kerap kali melupakan point penting mengapa The Jak berniat hadir ke Jalak Harupat.
Kenapa Selalu Kami (The Jakmania) yang disudutkan oleh pihak Kepolisian dan media massa? Itu merupakan sebuah pertanyaan besar yang perlu kita jawab dengan berbagai sudut pandangan. Jakarta begitu seksi karena menjadi Ibukota Negara dan menjadi titik pusat pemerintahan Negara. Apapun ceritanya Jakarta masih menjadi primadona baik penduduk aslinya maupun pendatang yang mencari penghidupan di kota dengan ondel-ondel sebagai lambang kebudayaannya.
Melalui data dari Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi DKI Jakarta jumlah penduduk ibu kota tahun 2011 adalah 10.187.959 jiwa. Sedangkan data dari hasil sensus penduduk di ibu kota tahun 2010 hanya sekitar 2.301.587 penduduk asli Jakarta. Sisanya penduduk Jakarta dikuasai oleh para pengadu nasib dari daerah sekitar. Penduduk Jakarta yang bersuku Jawa misalnya, jumlah populasinya yang mengadu nasib di Jakarta sekitar 2.927.340 jiwa. Jumlah ini lebih besar dari jumlah penduduk asli Jakarta. Dari sekian banyaknya penduduk yang hidup di Jakarta muncullah berbagai permasalahan. Namun yang menjadi titik fokus bukan permasalahan Jakarta.
Dari sekian banyaknya pendatang yang hidup di Jakarta, ada satu nama yang menjadi sebuah kebanggaan bagi penduduknya, yakni Persija Persija yang berdiri sejak tahun 1928, Macan Kemayoran begitu julukan tim yang sudah merengkuh 10 gelar juara dari era perserikatan ini memiliki supporter fanatik yang bernama Jakmania. Kelompok supporter ini memang terbilang masih cukup muda umurnya dibandingkan dengan kelompok supporter di kota besar lainnya. Supporter ini berdiri sejak tahun 1997 pada tanggal 19 desember atau berbarengan dengan bergulirnya Liga Nasional edisi ke IV. Salah satu pendiri dari kelompok supporter ini adalah selebritis Ibukota yakni Gugun Gondrong.
Di tengah heterogennya penduduk yang menetap di Jakarta masih ada sekelompok orang yang mencintai tim sepak bola kebanggaan Ibukota. Saat ini anggota Jakmania tercatat kurang lebih 60.000 anggota. Antusiasme para pendukung ini membuktikan bahwa para penduduk yang berdatangan dari luar Ibukota pun begitu mencintai Persija. Mereka para pendatang saat pertama kali hadir di Ibukota mungkin masih sangat terlihat jelas fanatisme kedaerahannya apalagi yang bersangkutan dengan tim sepak bola. Tetapi setelah mereka merasakan hadir langsung di stadion untuk menyaksikan langsung Persija berlaga mereka sedikit demi sedikit tergerus hatinya untuk mencintai Persija.
Namun diantara itu semua, di Jakarta juga terdapat begitu banyak kepentingan. Sebagai Ibukota Negara dan juga sebagai pusat perekonomiannya, Jakarta merupakan ladang mencari uang bagi para pengusaha-pengusaha besar. Jakarta banyak berdiri mall-mall mewah, hotel-hotel megah. Jakarta begitu besar. Mungkin dari permasalahan ini, kita dapat menilai bahwa penggerusan nama baik The Jakmania memang telah dirancang secara bersama. Berbagai upaya ini biasanya berakhir pada sebuah tidak diijinkannya Persija main di Jakarta atau pertandingan diberlangsungkan tanpa penonton. Musim kemarin hal ini kerap kali dialami oleh Persija. Seperti ada sebuah rekayasa besar yang ingin menjatuhkan nama baik Persija dan The Jakmania sebagai supporternya.
Namun diantara serbuan “Kenapa Selalu Kami” yang disudutkan, The Jak akan selalu mempunyai kebanggaan bahwa “Kenapa Selalu Kami” yang bertahan. Kekuatan terbesar yang dimiliki oleh The Jakmania adalah bahwa mereka hadir untuk mendukung dan mencintai Persija, cinta mereka akan selalu lebih besar ketimbang menghadapi permusuhannya dengan Bobotoh dan Viking. The Jakmania akan selalu bertahan menghadapi sebuah rekayasa besar yang selalu ingin menyudutkannya dan Persija. Dan tentunya The Jakmania harus menuntut pertanggungjawaban Kapolda Jabar dalam kejadian 8 Mei di Tol Cikampek tersebut. Karena dialah yang patut dimintai keterangannya, dengan mengacu pada kesepakatan yang telah dibuat bersama.
Terakhir, yang perlu selalu di ingat sebaiknya The Jakmania tidak perlu lagi menganggap persaingan Persija dengan Persib sebagai duel yang klasik dan berkelas. Secara raihan juara dan rekor pertemuan Persija selalu berada di atas Persib Bandung. Duel klasik ini sebaiknya di anggap sebagai duel beda kelas dan tentunya juga beda “mental”. Persija ialah macan yang selalu siap mengaumkan kegarangannya, bukan Maung yang selalu mengeongkan ketakutannya. (@ojiwae-JO)
JakOnline - Empat gol yang digelontorkan oleh Persija yang dicetak melalui dua gol Victor Pae, satu gol masing-masing dari Ivan Bosnjak dan titik pinalti Boakay Foaday serta hanya mampu dibalas satu gol oleh Persijap membuat skor akhir 4-1 untuk mengantarkan Macan Kemayoran meraih 3 poin atas Laskar Kalinyamat 26/5 SUGBK, Jakarta. (Photografer : @dewantara211-JO)
Berikut Galeri Foto Persija vs Persijap 26/5 SUGBK
JakOnline - Persija memulai putaran kedua dengan melakukan pertandingan tandang menghadapi tuan rumah Arema Cronus, 18/5 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Hasil kurang baik diterima anak asuh Benny Dollo setelah antisipasi yang kurang sigap dari Andritany atas bola dari tendangan Sunarto dimenit ke-85 menjadi gol tunggal dalam pertandingan tersebut sekaligus memberikan kemenangan untuk Arema.
Tampak hadir kurang lebih 3000 The Jakmania yang hadir dari berbagai daerah, tidak terkecuali rombongan besar dari Jakarta. Dalam pertandingan ini juga para pemain menggunakan kaos “Stop Kekerasan Terhadap Suporter” dan The Jakmania di tribun Kanjuruhan menggunakan atribut hitam. (Photografer : @dewantara211/JO)
Berikut Galeri Foto Arema vs Persija, 18/5 Stadion Kanjuruhan, Malang
Popular posts
-
JakOnline – Di setiap akhir tahun, atau tepatnya di bulan Desember, organisasi suporter Persija The Jakmania selalu disibukan dengan be...
-
Informasi pribadi Nama lengkap Feri Komul Tanggal lahir 1 Maret 1987 (umur 27) Tempat lahir Lhokseumawe , Indonesia Ti...
-
JakOnline – Setelah sempat mengelar latihan 4 hari (23-27 Juni) Persija kembali meliburkan armadanya. Latihan di bulan Ramadhan diagend...
-
JakOnline - Ajax Amsterdam berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-0 lewat gol yang di...
-
JakOnline - Persija Jakarta bertekad melampiaskan ambisinya yang hanya meraih satu poin dari tur Jawa Timur. Oleh karenanya, saat menjam...
-
JakOnline- Kontra Persita Tangerang (12/6) di Stadion Sultan Agung Bantul, Macan Kemayoran julukan Persija Jakarta mengamuk. Laga terak...
-
Informasi pribadi Nama lengkap Fabiano Da Rosa Beltrame Tanggal lahir 29 Agustus 1982 (umur 31) Tempat lahir Foz do Igua...
-
Ivan Bošnjak ( pengucapan bahasa Serbo-Kroasia: [ˈiʋan ˈbɔʃɲak] , (lahir 6 Juni 1979 ; umur 34 tahun) adalah seorang pemain sepak bo...
-
Tim Ibukota Persija Jakarta resmi mendapatkan pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly. Penandatanganan kontrak pemain yang pernah bermain d...
-
JakOnline - 22 Juni, Kota Jakarta akan merayakan hari kelahirannya. Sudah tidak muda lagi, namun begitu banyak kisah dan cerita telah t...


































.jpg)
























