JakOnline - Hari Rabu Tanggal 7 bulan Mei tahun 2014 pukul 17.50 lebihtepatnya, langit terang berubah gelap terasa lebih cepat dari biasanya. Sudah diduga, hujan deras mengguyur ibukota dengan hebatnya. Sama derasnya dengan keinginan saya untuk menulis sebuah cerita yang saya tuangkan dalam sebuah artikel berjudul, ”Stadion Punya Siapa?”.
Begini, saya mendadak sakit kepala sebelah jika ada orang yang terus bicara tanpa melatih mulut dan memperhatikan isi yang ada dalam lingkar kepala. Hehehe, maaf jika sedikit kasar, karena ini berkaitan dengan pertandingan sepak bola yang akan dihelat Besok, 8/5.
Kamis 8 Mei 2014 di Stadion Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung akan ada pertandingan antara tuan rumah Persib Bandung melawan tamu besarnya dari Jakarta, Persija Jakarta. Match yang terhampar di Stadion Jalak Harupat, dimana stadion itu terletak di Kabupaten Bandung. Lantas, apa motivasi saya membuat tulisan ini?
Begini, banyak fans-fans dari “tetanggasebelah” dalam hal ini tim yang akan bertindak sebagai tuan rumah, mengaku dengan bangganya kalau tim yang mereka puja itu sudah memiliki stadion sendiri pun juga dengan angkuhnya mereka mengejek suporter dari Jakarta bahwatim yang menjadi lawan mereka nanti merupakan tim yang tidak punya stadion ( Sedikit saya menghela nafas).
Mari sedikit mundur jauh kebelakang, sambil jaga mulut dan lingkar kepala kalian. Stadion Sriwedari di kota Solo, merupakan stadion pertama yang dibangun oleh bangsa Indonesia atas prakarsa Keraton Surakarta pada saat itu yakni, Sri Susuhunan Paku Buwono X. Tapi disini saya tidak berbicara jauht entang Stadion Sriwedari. Saya sekedar berbagi cerita, sampai detik ini tidak ada satu pun klub sepak bola di Indonesia yang punya stadion sendiri.
Entah itu Stadion Lebak Bulus yang dimiliki PemdaDKI, Siliwangi yang sudah jelas berada di komplek militer dan milik Kodam III Siliwangi. Untuk Stadion Gelora Bung Karno, stadion yang diprakarsai untuk menyambut Asian Games IV di Jakarta jelas merupakan milik Negara, walau Negara terkesan seperti tidak peduli dengan perkembangannya sampai saat ini. Juga dengan Si Jalak Harupat, jelas ini punya Pemkab Bandung yang notabene markas dari Persikab Bandung ( jaga mulut dan lingkar kepala).
Oke, agak sedikit sempit jikabicara di Indonesia, saya ambil contoh di Negara kiblatsepak bola yaitu Italia, klub Eropa sekelas AC Milan, Inter, Lazio dan AS Roma sekalipun kini masih “numpang” di stadion milik pemda kota mereka masing-masing, untuk ukuran Italia hanya Juventus yang bisa “mandiri” karena sudah punya stadion sendiri. Dan masihbanyak lagi contoh klub-klub lain di luar negeri yang juga masih “menyewa” saat menggelar pertandingan kandang.
Apalagi, Stadion BMW? Jelas ini merupakan janji dari Pemda DKI Jakarta sebagai pengganti dari Stadion Lebak Bulus yang kabarnya akan segera digusur. “Tetanggasebelah” mungkin akan mendadak bangga dengan Stadion Gelora Bandung LautanApi? Mereka akan berteriak dengan lantang bahwa SGBLA adalah milik Persib Bandung.
Hei, mari perhatikan itu Stadion adalah“produk” Pemprov Jawa Barat untuk menyambut PON 2016 ( Lagi, jaga mulut dan lingkar kepala kalian) dan Stadiontersebut diresmikan oleh Dada Rosada ( Mantan walikota Bandung) yang kinimenjadi terdakwa kasus korupsi.
Jakarta dan Bandung mungkinterpisah karena TolCipularang secarageografis, tapi sejatinya Jakarta dan Bandung memang “bertetangga”. Sekian cerita dari saya, mungkin tulisan ini akan mendapat kritik dari tetangga sebelah, tapi Ali Sadikin Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat pernahberkata “Kritik Itu Biasa Bagi Orang-Orang Yang Berpikir”. Akhir kata saya inginberkata, “Tetangga Masa Gitu??” (@mas23dimas/ JO)


