JakOnline-
Memang tidak mudah untuk “mendamaikan” kedua belah pihak yang memiliki sejarah panjang “perseteruan” atau “permusuhan” yang sudah terjadi antara dua kelompok suporter Persija (The Jakmania) dan suporter Persib (Bobotoh/Viking)
Berbagai upaya dilakukan, yang terakhir masih segar dalam ingatan ketika kedua belah pihak yang berseteru melakukan pertemuan dalam rangka menumbuhkan semangat Islah di Polres Bogor 11/4. Tampak hadir Ketua Umum The Jakmania Larico Ranggamone, Ketua Umum Viking Heru Joko, perwakilan manajemen Persija dan Persib. Diharapkan dari pertemuan tersebut menjadi awal yang baik untuk kedepannya.
Apa lacur, hal baik yang sudah disepakati bersama tidak dijalankan dengan baik oleh pihak Persib yakni melalui panpel yang tidak menyediakan jatah tiket untuk The Jakmania kala Persib menjamu Persija, 11/5 Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Sudah jauh hari sebelumnya, pihak kepolisan Jawa Barat sudah memberikan sinyal untuk The Jakmania bisa hadir langsung ke Si Jalak Harupat dan akan memberikan pengawalan dari kedatangan hingga kepulangan, hal ini dilakukan melanjutkan semangat Islah yang telah dilakukan sebelumnya. Bahkan semangat Islah ini juga yang kemudian menjadi salah satu dasar pihak kepolisian merekomendasikan izin pertandingan bisa di gelar di Bandung.
Menanggapi hal ini, Wakili Direktur PT. Persija Jakarta yang sekaligus Manajer, Asher Siregar mengungkapkan kekecewaannya dan para pemain karena The Jakmania tidak bisa hadir langsung memberikan dukungan untuk Persija.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Panpel Persib, mereka tidak mematuhi peraturan yang tertera di manual liga dengan menjual semua kapasitas tiket tanpa menyediakan jatah tiket 5% dari kuota stadion untuk suporter tim tamu dalam hal ini The Jakmania, ungkap Asher Siregar.
Meskipun demikian, penggawa Persija tidak gentar dan akan tetap tampil ngotot memberikan permainan terbaik untuk bisa mendapatkan hasil maksimal dalam pertandingan Kamis nanti, tutup Asher Siregar. (JO)


