JakOnline - Selalu ada yang terlupakan dalam setiap
perjalanan. Arti pentingnya terkadang kalah dengan sebuah kebesaran
nama dan peran orang lain. Perannya dalam setiap laga cukup sulit namun
namanya kalah berkelas dengan beberapa nama punggawa Macan lainnya.
Kurus bahkan terbilang “ceking” (seperti yang orang betawi bilang)
jika melihat perawakannya. Namun ia kerap kali mampu berduel dengan para
pemain lawan lainnya, yang notabene merupakan pemain asing. Posisinya
memaksanya berhadapan dengan pemain asing yang berkualitas dan terbilang
mahal, namun ia mampu meredam itu semua.
Orang ini kerap kali gagal menjadi perbincangan utama dalam sebuah
obrolan para penggemar Macan Kemayoran. Namun dirinyalah yang mampu
bermain full 90 menit selama pertandingan Persija musim ini. Tak ada
yang mampu menggantikan posisinya. Perkembangannya yang selalu positif
membuat dirinya dipercaya oleh Benny Dollo dalam posisi tersebut.
Dirinya seakan bermain dengan bangga dan sepenuh hati untuk Persija.
Pria kelahiran Jakarta 29 tahun lalu ini perlu diacungi jempol
kontribusinya musim ini. Tak pernah tergantikan dan mampu menjadi
penyeimbang di semua lini permainan Persija membuatnya semakin matang
dalam bermain. Ia pun memiliki kemampuan bukan hanya di lini tengah
Macan Kemayoran, dirinya juga dapat bermain diposisi bek kiri dan kanan.
Kelebihannya inilah yang kadang sangat membantu Persija di saat kondisi
pemain lainnya kurang optimal untuk bermain. Satu pemain Persija yang
memiliki kelebihan dibanding dengan pemain lainnya.
Terakhir ia kembali bermain 90 menit saat membela Persija melawan
Arema Crounus 18/5, di Malang. Membela Persija sejak tahun 2010 namanya
kerap kali menghiasi line up pemain Persija. Posisi-posisi kelebihannya
tersebut pernah ia perankan untuk sebuah laga yang menentukan. Lambang
Monas di dada seakan menyatu dalam darah dagingnya. Membela sebuah klub
yang sama dengan tanah kelahiran merupakan sebuah kenikmatan tersendiri
bagi seorang pemain, dan dirinya dapat memperlihatkan itu semua.
Amarzukih “Pitung” yang terus mengawal langkah Macan dalam semua
pertandingan. Bermain penuh dengan bangga membela Persija. Anak Betawi
yang “kecil” namun mampu bermain maksimal bersama pemain besar lainnya
dalam membela dan menjaga nama baik Persija.
Satu apresiasi yang perlu kita berikan kepadanya yang kerap kali
terlupakan dalam sebuah perbincangan ketika membicarakan Macan
Kemayoran. Tetaplah bersahaja, sederhana, baik itu didalam maupun diluar
lapangan, sampai nanti mungkin mengakhiri karir di tim tempat kelahiran
dirimu. Persija Jakarta. (@ojiwae-JO)

